spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPembangunan Ipal Komunal, 9.500 Sambungan Pipa Dibebankan ke Daerah

Pembangunan Ipal Komunal, 9.500 Sambungan Pipa Dibebankan ke Daerah

Mataram (Suara NTB) – Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, akan memulai pembangunan pengolahan limbah komunal pada bulan Maret 2026. Sebanyak 9.500 sambungan pipa dari 13.500 akan dibebankan ke pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Lale Wediahning membenarkan bahwa pemerintah pusat membebankan 9.500 sambungan pipa menjadi beban Pemerintah Kota Mataram.

Pihaknya akan mengusulkan anggaran melalui dana alokasi khusus dan dana Inpres. ‘’Pengusulannya sama seperti sumber pendanaan DAK sebelumnya,’’ jelasnya dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Lale menyebutkan, sejumlah 13.500 sambungan pipa limbah pada tahap awal pembangunan instalasi pengolahan limbah (ipal) komunal tersebut. Dua kecamatan yang menjadi sasaran adalah Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela.

Pemasangan pipa limbah sama persis dengan pemasangan pipa air minum. “Kalau PDAM air yang disalurkan. Kalau ini limbah,” sebutnya.

Menurut Lale, tidak ada kriteria khusus penyambungan pipa limbah tersebut. Pasalnya, rumah tangga maupun hotel memiliki potensi menghasilkan limbah. “Kriterianya tidak ada karena semua berpotensi menghasilkan limbah,” ujarnya.

Direktur Sanitasi Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Prasetya menyebutkan, instalasi pengolahan air limbah ditargetkan menyasar 13.500 sambungan dari rumah tangga di Kota Mataram. Sejumlah 9.500 sambungan instalasi pengolahan limbah menjadi tanggunjawab pemerintah daerah dan sisanya 4.000 menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Kementerian Pekerjaan Umum terang Prastya akan membangun instalasi pengolahan air limbah dan juga ada jaringan perpipaan. Pihaknya perlu berkoordinasi dengan baik karena pembangunan prasarana dikerjakan Kementerian PU melalui Balai Prasarana Permukiman Provinsi NTB.

Ia mengatakan pembangunan ipal komunal mulai dikerjakan pada bulan Maret 2026, sehingga diharapkan tidak ada masalah adanya sampah di lokasi tersebut. Prasetya menyebutkan, anggaran pembangunan ipal mencapai Rp700 miliar. “Anggaran ini sudah termasuk konstruksi fisik dan peralatannya,” sebutnya.

Strategi komunikasi publik bersama Diskominfo melibatkan OPD teknis dalam rangka bisa melakukan sosialisasi kepada warga terdampak kontruksi maupun warga menyambung ke sistem pengolahan limbah domestik. “Iya, tadi saya juga lupa kita juga membahas tentang sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Instalasi pengolahan air limbah ditargetkan menyasar 4.000 sambungan dari rumah tangga. Sisanya 9.500 sambungan akan menjadi tanggungjawab Pemkot Mataram, sehingga totalnya mencapai 13.500 sambungan dari rumah tangga. (cem)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO