Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Mataram berencana mengintegrasikan mata pelajaran (Mapel) Koding dan Artificial Intelligence (AI) ke dalam Mata Pelajaran Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) dan ekstrakulikuler
Kepala SMPN 1 Mataram, Saptadi Akbar mengatakan, untuk mendukung keberlangsungan pembelajaran Koding dan AI di sekolah, ia sudah mengirim salah seorang guru untuk mengikuti pelatihan. Terkait apakah mapel koding dan AI itu akan masuk ke dalam pembelajaran pihaknya masih direncanakan.
“Karena pembelajaran koding ini kan masih baru perkenalan. Jadi disesuaikan dengan situasi dan kondisi sarana prasarana yang dimiliki oleh sekolah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika pembelajaran koding dan AI ini berdiri sebagai sebuah mapel tersendiri, SMPN 1 Mataram terkendala dengan ketersediaan tenaga pengajar yang ada. “Artinya kita menambah jam pelajaran. Menambah jam pelajaran itu implikasinya banyak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Saptadi menerangkan akibat dari penambahan jam pelajaran di antaranya, mesti memiliki tenaga pendidik yang cakap di bidang tersebut. Lalu jam pelajaran juga ikut bertambah. Begitu juga dengan waktu belajar siswa juga akan memanjang. “Nah, ini yang kita masih harus mempersiapkan. Kita tidak mau gegabah,” imbuhnya.
Untuk itu, Saptadi berencana mengintegrasikan Koding dan AI ke dalam mapel TIK yang memiliki keterkaitan dengan kedua mapel tersebut. “Atau nanti kita buat dalam bentuk ekstrakulikuler sampai nanti kita sudah betul-betul siap untuk memasukkan koding ini untuk berdiri sendiri sebagai mata pelajaran,” terangnya.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menjadikan Koding dan AI menjadi mapel pada tahun ajaran 2025/2026. Penerapan kedua mapel tersebut tidak bersifat wajib untuk semua sekolah. Artinya, hanya sekolah yang merasa mampu yang dianjurkan.
Dalam naskah akademik, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan, kehadiran mapel koding dan AI di bangku pendidikan dasar dan menengah bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan dalam dunia pendidikan modern. “Integrasi koding dan kecerdasan artifisial (KA) dalam pendidikan tidak hanya untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan penyelesaian masalah, tetapi juga mengajarkan berbagai keterampilan esensial yang mencakup kemampuan berpikir komputasional, analisis data, algoritma pemrograman, etika KA, human-centered mindset, design system KA, dan Teknik KA,” jelasnya. (sib)



