spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARATingkatkan Lama Tinggal

Tingkatkan Lama Tinggal

WAKIL Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kusmalahadi Syamsuri, ST,. MT., mendorong desa-desa wisata di KLU untuk menggalang eksisbisi bernuansa budaya. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat kunjungan dan lama tinggal wisatawan.

Wabup menyatakan, eksibisi dalam bentuk kesenian, budaya maupun olahraga yang merupakan tradisi masyarakat, layak digelar secara rutin oleh Desa-desa. Selain, komoditas wisata masih minim, keberadaannya juga menunjang mobilitas wisatawan sehingga lebih betah berada di KLU.

Ia mencontohkan, kebiasaan wisatawan mancanegara ataupun domestik yang tujuannya untuk mendaki Rinjani. Selepas pendakian, wisatawan umumnya langsung kembali karena menilai tidak ada eksibisi.

“Wisatawan mancanegara yang datang ke Senaru biasanya hanya menitip barang sebelum naik ke Rinjani, lalu setelah turun langsung pergi. Mereka tidak punya alasan untuk stay lebih lama karena tidak ada atraksi budaya yang ditampilkan,” ungkap Kus – sapaan akrabnya.

Ia mengajak, kemasan wisata lebih adaptif. Tidak hanya menampilkan panorama alam, melainkan diperkuat dengan atraksi, kesenian dan kebudayaan yang berakar di masyarakat.

Dirinya juga memandang penting, pemerintah daerah menyiapkan fasilitas yang mendukung atraksi budaya di desa-desa. Salah satunya, melalui pembangunan amphiteater. “Kita ingin buatkan amphiteater agar budaya lokal bisa dipertontonkan rutin, dan menjadi komoditas wisata,” imbuhnya.

Untuk diketahui, berdasarkan SK Bupati Lombok Utara, No. 366/556/Disbudpar/2020, tercatat sebanyak 6 Desa yang diakui Pemda Lombok Utara sebagai Desa Wisata. Meliputi, Desa Bayan, Desa Senaru, Desa Karang Bajo, Desa Genggelang, Desa Medana dan Desa Malaka.

Menurut Wabup, desa-desa tersebut agar mengoptimalkan status desa wisata yang sudah diberikan tersebut melalui berbagai penyelenggaraan even dan eksibisi. Dirinya juga melihat, penyelanggara festival olahraga dan seni seperti di tunjukkan Desa Sukadana belum lama ini, mengundang minat berwisata, setidaknya dari kalangan masyarakat lokal di desa dan kecamatan setempat.

“Antusias masyarakat luar biasa. Dari parade budaya hingga perlombaan, semuanya punya nilai jual tinggi. Karena itu saya mengusulkan agar kegiatan seperti ini tidak hanya di satu desa, tetapi bisa menjadi festival tahunan melibatkan 43 desa di Lombok Utara,” pungkasnya. (ari)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO