Mataram (Suara NTB) – Ekstrakurikuler Kesenian, khususnya dalam bidang seni tari menjadi program unggulan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Mataram selama ini. Ekskul Tari selalu menjadi andalan hingga mampu mengharumkan nama sekolah di tingkat provinsi maupun nasional.
Kepala SMPN 9 Mataram, H. Ahmad Fahrurrazi mengatakan, ekskul tari merupakan branding utama sekolah yang terus dipertahankannya hingga kini. “Jadi kayaknya branding kami sudah terkenal. Jadi kalau kegiatan tari, musik itu biasanya kami tampil,” ujarnya, Senin, 25 Agustus 2025.
Ia menyampaikan, sebagai upaya untuk mempertahankan citra sekolah kesenian, setiap tahunnya, SMPN 9 Mataram gencar melakukan rekrutmen melalui lomba kreasi. “Jadi anak-anak itu kita lombakan dengan menggunakan juri yang profesional. Bukan dari kita (guru),” beber Fahrurrazi.
Selain dengan mengadakan kompetisi kesenian yang melibatkan sekolah-sekolah terdekat, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Jurusan Seni, Drama, Tari (Sendratari), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU). “Jadi kami mengambil juri dari sana biar lebih independen,” ungkapnya.
Tidak hanya tari, SMPN 9 Mataram juga tengah menyeriusi pengembangan ekskul tradisional gendang beleq, drum band, dan yang paling anyar adalah hadrah.
Fahrurrazi mengungkapkan, alasan dirinya memfokuskan sekolah pada giat kesenian tak lebih karena potensi yang dimiliki sekolah. Menurutnya, persaingan antara sekolah di Mataram terbilang ketat. Apalagi berkompetisi dalam bidang akademik. Oleh karena itu, SMPN 9 Mataram sengaja memilih kesenian sebagai program unggulan sekolah.
“Kalau kami kembangkan bidang akademik sulitlah untuk menyaingi yang di depan (sekolah ‘favorit’). Maka mau tidak mau kita harus ke non-akademik. Kita kembangkan itu sebagai potensi yang bisa kita tonjolkan,” tuturnya.
Meski demikian, dalam upaya untuk terus mengembangkan potensi siswanya melalui ekskul kesenian, Fahrurrazi mengaku masih menemui beberapa kendala dan tantangan. Di antaranya ketersediaan fasilitas berupa busana tari dan perlengkapan penunjang lainnya. Selain soal fasilitas, keberadaan guru pelatih juga terbilang minim.
“Kami punya tenaga guru selalu ada yang datang dan masuk, ada yang mutasi ada yang pensiun. Nah, ketika terjadi pergantian itu agak goyah kami sedikit untuk melanjutkan,” keluhnya.
Kendati dihadapkan dengan berbagai tantangan dan rintangan, SMPN 9 Mataram tetap berkomitmen untuk terus mengembangkan ekskul kesenian, khususnya tari. Harapannya, dengan semakin majunya ekskul kesenian, sekolah semakin bisa menggali potensi yang dimiliki siswanya. (sib)



