spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIPotensi Besar NTB Jadi Produsen Benih Kerang Mutiara Nasional

Potensi Besar NTB Jadi Produsen Benih Kerang Mutiara Nasional

Mataram (Suara NTB) – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi besar untuk menjadi produsen utama benih kerang mutiara di Indonesia. Jika dikelola secara serius, NTB diyakini mampu mempertahankan statusnya sebagai penghasil mutiara kelas dunia dalam jangka panjang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H. Muslim, ST., M.Si melalui Kepala UPTD Balai Perbenihan Budidaya Perikanan Pantai (BPBPP) Sekotong, Munadi, mengungkapkan bahwa sekitar 15 tahun lalu NTB pernah berjaya dengan produksi mutiara berkualitas tinggi yang diekspor ke berbagai negara. Kini, geliat budidaya mutiara mulai bangkit kembali.

“Perusahaan mutiara memang tidak sebanyak dulu, tetapi tren budidaya sudah kembali terlihat. Kami berharap usaha ini tidak hanya dilakukan perusahaan besar, melainkan juga bisa melibatkan masyarakat,” jelas Munadi, Senin, 25 Agustus 2025.

BPBPP Sekotong kini fokus memproduksi benih kerang mutiara (kolektor) melalui laboratorium khusus. Benih dengan ukuran tertentu akan didistribusikan ke masyarakat untuk dipelihara hingga mencapai ukuran 5–7 sentimeter. Setelah itu, masyarakat bisa menjual kembali ke perusahaan untuk dibesarkan hingga menghasilkan mutiara siap jual.

Model usaha ini dinilai realistis karena biaya operasional relatif rendah. Kerang mutiara tidak membutuhkan pakan tambahan, hanya perawatan rutin seperti pembersihan setiap dua hingga tiga minggu. Namun, modal awal tetap diperlukan, salah satunya untuk pembuatan longline budidaya. Satu unit longline sepanjang 100 meter membutuhkan biaya sekitar Rp15–20 juta.

Saat ini, BPBPP Sekotong memiliki sekitar 400 indukan kerang mutiara. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian yang siap dipijahkan. Dengan fasilitas 12 bak fiber, balai mampu menampung hingga 200 lembar kolektor per bak atau sekitar 2.000 lembar per periode.

“Satu lembar kolektor bisa berisi 2.000–2.500 ekor benih. Potensi produksi mencapai jutaan benih kerang mutiara setiap tahunnya,” terang Munadi.

Munadi menekankan bahwa revitalisasi sarana sangat penting agar kapasitas produksi bisa optimal. “Kami butuh sekitar Rp2 miliar untuk perbaikan laboratorium, instalasi air laut, dan sarana pendukung lainnya,” ujarnya.

Pasar mutiara juga sangat menjanjikan. Tidak hanya untuk perusahaan di Lombok, permintaan benih kerang mutiara juga datang dari Bali hingga Sulawesi. Perusahaan budidaya lebih memilih membeli kerang ukuran 5–7 sentimeter karena masa pemeliharaan lebih singkat dan pola produksi lebih mudah diatur.

Budidaya mutiara disebut lebih menguntungkan dibanding jenis budidaya laut lainnya. Keunggulannya adalah tidak membutuhkan pakan tambahan, hanya investasi awal untuk sarana budidaya.

Dengan dukungan pemerintah, sektor ini diyakini mampu kembali mengharumkan nama NTB sebagai pusat mutiara dunia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (bul)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO