spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaHEADLINESembilan Kabupaten/Kota di NTB Siaga Kekeringan

Sembilan Kabupaten/Kota di NTB Siaga Kekeringan

Mataram (Suara NTB) – Menjelang puncak musim kemarau pada September mendatang, sebanyak sembilan kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan dalam status siaga darurat kekeringan. Dari jumlah tersebut, hanya Kota Mataram yang belum masuk dalam kategori tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ir.H.Ahmadi mengatakan saat ini pihaknya mulai berjaga-jaga menyalurkan air bersih apabila terjadi eskalasi darurat kekeringan.

“Sekarang kita pada posisi siaga darurat kekeringan. Artinya, kita berjaga-jaga. Kalau terjadi peningkatan eskalasi, kita langsung melaksanakan operasi. Misalnya untuk penyaluran air bersih dengan mobil tangki,” ujarnya, Senin, 25 Agustus 2025.

Kendati telah masuk musim kering, hingga kini, permintaan bantuan air bersih baru datang dari kelompok masyarakat. Sementara pemerintah kabupaten/kota belum mengajukan permohonan resmi.

Untuk menghadapi musim kering, BPBD telah mengajukan dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) senilai Rp300 juta. Angka itu dinilai cukup sebab penanganan dilakukan secara sinergis bersama pemerintah daerah, lembaga pusat, swasta, hingga NGO.

“Awal September ini penanganan mulai diback up provinsi karena eskalasinya sudah mulai besar. Mudah-mudahan usulan BTT ini bisa mencukupi kebutuhan, terutama untuk masyarakat yang membutuhkan air bersih,” jelasnya.

Adapun dengan adanya fenomena kemarau basah di tahun ini, Ahmadi memastikan turunnya curah hujan di musim kering tidak berpengaruh signifikan terhadap debit air.

“Situasional saja sifatnya, walaupun mendung-mendung, turun curah hujan juga sangat rendah. Jadi tetap saja kita kembali kepada sirkulasi fenomena musim kemarau. Itu terjadi setiap itu,” pungkasnya.

Di lain sisi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi ZAM juga mengeluarkan peringatan dini cuaca harian untuk wilayah NTB. Waspada hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di beberapa daerah, yakni Kabupaten Bima.

Di antaranya daerah Tambora, Sanggar, Madapangga, Langgudu. Lalu Kabupaten Dompu di Pekat, Hu’u, Pajo, serta Kota Bima di Mpunda, Rasanae Timur. Sementara itu, untuk kategori Siaga hujan lebat hingga sangat lebat) maupun Awas hujan sangat lebat ekstrem di NTB dinyatakan nihil.

“Namun, peringatan dini angin kencang juga berlaku di Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Bima,” kata Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Nur Siti Zulaichah. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO