spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWABakal Diisi 107 Siswa, Dikbud Sumbawa Tetapkan Kepsek untuk Sekolah Rakyat

Bakal Diisi 107 Siswa, Dikbud Sumbawa Tetapkan Kepsek untuk Sekolah Rakyat

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa memastikan telah menentukan Kepala Sekolah (Kepsek) yang akan ditempatkan di sekolah rakyat setelah melalui proses seleksi secara ketat.

“Jadi, untuk kepsek-nya sudah ada setelah kita melaksanakan seleksi secara ketat. Tinggal kita menunggu informasi lebih lanjut dari Kemendikdasmen untuk pelaksanaan (sekolah rakyat),” kata Sekretaris Dikbud Sumbawa, Sudarli kepada Suara NTB, Rabu, 27 Agustus 2025.

Ia melanjutkan, sementara untuk tenaga pendidiknya nanti akan diseleksi langsung oleh Kemendikdasmen, termasuk skema yang dilakukan. Pihaknya menunggu ketentuan teknis tenaga pendidikan, apakah akan diisi oleh tenaga PPPK yang lolos seleksi atau ada skema lainnya.

“Siapa yang lolos di tahap seleksi PPPK dan sebagainya nanti akan langsung ditempatkan di sekolah tersebut, dan tidak ada lagi yang berhubungan dengan Dikbud Kabupaten,” ucapnya.

Ia pun meyakinkan, pemerintah kabupaten pada prinsipnya sudah mengusulkan nama tenaga pendidiknya ke kementerian untuk dilakukan seleksi terlebih dahulu. Bahkan proses seleksi langsung di kementerian termasuk penempatannya.

“Kalau untuk kebutuhan tenaga pendidiknya kami belum tahu, karena mungkin mereka (Sekolah Rakyat) akan menggunakan kurikulum khusus karena dia sifatnya boarding school,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial (Kadisos) melalui Kabid Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Herlan menyebutkan, jumlah siswa yang sudah terdata di sekolah rakyat mencapai 87 orang untuk masyarakat yang berada di desil satu dan dua kemiskinan ekstrem.

“Jadi, hasil verifikasi teman-teman PKH sementara ada sekitar 109 orang siswa, tetapi kami tetap akan melakukan home visit lebih lanjut untuk memastikan kondisi terkini,” ucapnya.

Ia melanjutkan, dari 109 orang siswa tersebut ada sekitar 58 orang siswa yang berada dalam desil 1 kemiskinan ekstrem dan desil 2 27 orang. Sementara untuk siswa yang diusulkan sebagai siswa diluar desil satu dan dua ada 24 orang anak.

“Jadi, kita hanya fokus untuk desil 1 dan 2 saja sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) sementara untuk sisa (24 orang) kami masih melakukan seleksi lebih lanjut,” ucapnya.

Dia pun meyakinkan, pemerintah pada prinsipnya siap mendukung program tersebut apalagi hajatnya untuk masyarakat miskin. Pihaknya bersama dengan petugas PKH juga tetap melakukan koordinasi lebih lanjut untuk memastikan program tersebut tepat sasaran termasuk sosialisasi kepada masyarakat.

“Pada prinsipnya kami siap mendukung program pemerintah dan kami akan terus berupaya mengejar kuota tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi sebelumnya sudah meminta agar dilakukan rekrutmen siswa secara simultan khususnya anak-anak usia 7-14 tahun. Verifikasi oleh petugas PKH juga terus berproses terutama masyarakat Sumbawa yang berada di desil 1 kemiskinan ekstrem yang ditetapkan pemerintah.

“Verifikasi calon peserta terus berproses di lapangan. Kami juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan harapan mereka antusias  mengikuti program sekolah rakyat,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO