Mataram (Suara NTB) – Balai Bahasa Provinsi NTB melaksanakan kegiatan Pengambilan Data Kebahasaan dalam Rangka Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara. Kegiatan serentak dilaksanakan di beberapa kabupaten di Pulau Lombok. Untuk pengambilan data pertama, kegiatan dilaksanakan pada 25–28 Agustus 2025, salah satunya di Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah.
Kegiatan ini penting untuk dilakukan mengingat salah satu tugas Balai Bahasa Provinsi NTB adalah melaksanakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, salah satunya program Pelindungan Bahasa dan Sastra Daerah. Kepala Balai Bahasa NTB, Dwi Pratiwi mengatakan, kegiatan ini merupakan tahap awal pemetaan bahasa, sastra, dan aksara di NTB.
“Dalam pemetaan ini, para pegawai Balai Bahasa Provinsi NTB akan mengumpulkan data kosakata swadesh, budaya dasar, makanan dan minuman, anggota tubuh, binatang, dan lain-lain. Selain itu, para staf teknis yang bertugas akan mengumpulkan pula data terkait situasi kebahasaan dan geografis dari daerah pengamatan tersebut,” ujar Dwi Pratiwi.
Kegiatan ini menghadirkan empat orang narasumber untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Selain itu, kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Desa Mertak, Moh. Syahnan. Dalam sambutannya, ia mendukung penuh kegiatan pemetaan ini. “Kegiatan ini sangat tepat dan penting untuk dilakukan. Mengingat bahwa bahasa menunjukkan identitas suatu bangsa,” ungkapnya antusias.
Pengambilan data kebahasaan pada tahun 2025 ini akan berfokus pada pengumpulan kosakata sekitar 1.100 kosakata. Tujuan dan pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan tugas dan fungsi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam melestarikan bahada daerah. Diharapkan upaya ini berdampak baik terhadap bahasa, sastra, dan aksara daerah di NTB. (ron)



