PEMERINTAH Kelurahan Monjok mengakui bahwa perkawinan dini merupakan salah satu faktor utama yang memicu kasus stunting di wilayah tersebut. Menyadari dampak jangka panjang dari pernikahan usia muda terhadap tumbuh kembang anak, pemerintah setempat terus mengintensifkan upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Melalui peran aktif kepala lingkungan dan kader posyandu. Berbagai kegiatan penyuluhan dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi, gizi anak, serta risiko yang ditimbulkan oleh perkawinan dini terhadap generasi mendatang.
Lurah Monjok, Leo Amri Saleh, mengatakan banyak kasus stunting terjadi akibat rendahnya kesiapan fisik dan mental pasangan muda yang menikah di usia terlalu dini. Kurangnya pemahaman mengenai pola asuh anak dan gizi seimbang turut menjadi penyebab terjadinya stunting.
“Kami berupaya mencegah stunting sejak dini, salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya menikah di usia muda dari sisi kesehatan reproduksi. Itu yang paling utama,” ujarnya pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Menurut Amri, langkah paling konkret untuk meminimalisir perkawinan dini adalah dengan memberikan edukasi secara langsung melalui kader dan masing-masing kepala lingkungan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Kalau di kelurahan kami perkawinan dini itu masih terjadi dan itu kami terus berikan sosialisasi dan edukasi,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data terbaru, angka stunting di Kelurahan Monjok mengalami penurunan signifikan. Pada 2021 hingga awal 2023, tercatat sebanyak 168 kasus stunting. Namun, saat ini jumlah tersebut menurun drastis menjadi 36 kasus.
Penurunan ini tidak lepas dari dukungan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Mataram melalui puskesmas dan dinas terkait. Program PMT menyasar balita dan anak-anak yang terindikasi mengalami kekurangan gizi. Makanan bergizi diberikan secara rutin, disertai pemantauan tumbuh kembang oleh tenaga kesehatan.
“Kolaborasi lintas sektor sangat membantu dalam menurunkan angka stunting di Monjok. Kami berharap tren positif ini terus berlanjut dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan anak dan keluarga,” tambah Amri.
Pemerintah Kelurahan Monjok berkomitmen untuk terus memperkuat program-program pencegahan stunting serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga kesehatan generasi penerus bangsa. (pan)



