spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATHidup Menumpang,Bayu Balita Penderita Tumor  di Tempos Butuh Bantuan

Hidup Menumpang,Bayu Balita Penderita Tumor  di Tempos Butuh Bantuan

Balita Bayu Aji Pamungkas berusia 1 tahun lebih asal Dusun Tempos Kelembut, Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar), mengidap penyakit berat. Ia diduga divonis tumor. Sejak lahir, Bayu mengalami sakit yang sering kambuh. Keluarga Bayu sendiri menumpang tinggal di rumah keluarga, rumah itupun bantuan dari pemerintah.

RUMAH yang ditinggali keluarga Bayu berukuran kecil. Tembok dibangun dari batako, tampak sebagian masih belum diplester. Lantainya dari semen dan beratap spandek. Di bagian dalam rumah itu, hanya satu ruangan tempat tidur. Di luar kamar tidur terdapat dapur tempat memasak yang menyatu dengan ruang tamu yang disulap menjadi tempat tidur sekaligus tempat kerja sang bapak memperbaiki barang elektronik.

Terdapat beberapa barang elektronik yang kemungkinan milik orang yang diperbaiki. Bapaknya dikenal tukang memperbaiki barang elektronik. Di kamar tidur itu terlihat kasur lusuh dan pakaian digantung di sembarang tempat. Tak ada barang berharga.

 Siti Fatimah, Bibi dari Bayu menuturkan orang tua Bayu bernama Harjo warga pendatang yang ikut bersama istrinya. Sedangkan istrinya bernama Ida Yati, merupakan sepupunya.

Mereka memiliki tiga anak, salah satunya balita Bayu yang mengalami sakit. “Mereka sudah tinggal di sini hampir dua tahun jalan,” terangnya, kemarin.

Lahan dan rumah yang ditempati milik keluarga, namun diizinkan tinggal di sini. Balita Bayu lahir pada tanggal 4 Juli 2024 lalu. Sejak lahir, Bayu memang ada bawaaan sakit dari lahir. Namun sakit berat yang dialami, baru-baru diidap. Bayu pun beberapa kali dibawa kontrol ke rumah sakit, sebab diminta agar kontrolnya rutin tiap bulan.

Namun kondisi ekonomi orangtua nya tidak mampu membayai, sebab orang tua mengeluarkan biaya ratusan ribu untuk tebus obat. “Yang dimakan saja sulit, apalagi mau bayar rumah sakit,”imbuhnya.

Sehingga Siti mengaku sangat bersyukur balita Bayu mendapatkan perhatian dari pemerintah dengan dibawa ke rumah sakit untuk ditangani. Dan pengobatannya gratis, karena BPJS nya sudah aktif.

Sebab jika bicara penghasilan, orang tuanya bekerja tidak tetap. Kalau ada warga yang mau perbaiki alat elektronik, barulah bapaknya bisa mendapatkan penghasilan. Bapaknya juga kadang menjadi buruh. “Kalau istrinya kurang normal sejak lahir,”imbuhnya.

Kondisi ini membuat orang tuanya harus kerja keras mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Diakuinya, keluarga Bayu mendapatkan bantuan sosial PKH. Dari pihak Pemdes juga selama ini membantu orang tua dari Bayu. Namun harapannya selaku keluarga, agar pemerintah mengupayakan bantuan lahan untuk tempat tinggal keluarga Bayu. Sebab mereka berhak mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Kades Tempos Sudirman menerangkan bahwa, balita Bayu telah dibawa dan ditangani ke rumah sakit. “Kejadian (sakitnya kambuh) baru tadi malam, dan begitu dapat informasi dia dibawa ke rumah sakit, kami langsung sigap jenguk ke rumah sakit,” terangnya, Rabu, 27 Agustus 2025.

Bahkan, kata dia, sebelum balita ini menderita sakit, pihaknya telah membantu penanganan. Baik dari bantuan program pusat maupun Pemdes sendiri.

“Dia dapat bantuan program PKH sembako, kalau kita dari kegiatan sosial pasti kita bantu. Kebetulan juga pada waktu khitanan kita support biaya,” terangnya meluruskan isu yang beredar di media sosial soal perhatian Pemdes terhdap balita ini dan Keluarganya.

Bapak dari Balita ini, warga pendatang dari Jawa, namun sudah tercatat sebagai warga desa setempat. Sedangkan istrinya, merupakan warga asli desa itu.

Hal senada disampaikan Kadus Tempos Kelembut Adnan, bahwa pihaknya telah berupaya membantu menangani Bayu, anak keempat dari pasangan Harjo dan Ida Yani. Bahkan sejak lahir, ia ikut mendampingi saat warganya itu melahirkan di Rumah Sakit Kota Mataram, karena ibu Balita ini saat penanganan bersalinnya dirujuk dari RSUD Tripat Gerung ke sana.

Setelah dilahirkan Bayu pun sering dibawa ke posyandu. Orang tuanya juga diminta menjalani kontrol oleh pihak rumah sakit. Namun kemungkinan karena kondisi ekonomi, beberapa hari balita ini berhenti kontrol. Kendati dibantu oleh pihaknya, namun tidak seberapa untuk membantu kebutuhan berobat. Di satu sisi, satu KK warganya itu menanggung lima anggota keluarga. Di samping pihak orang tua juga dinilai sedikit lalai mengontrol anaknya ke rumah sakit. Sehingga akibat beberapa hari tidak kontrol, balita ini tiba-tiba kambuh sakit.

Rumah orang tua balita ini dibantu melalui program Rumah Tak Layak Huni. Namun, itu bukan miliknya. Mereka masih numpang di rumah keluarga. Orang tua balita ini bekerja memperbaiki alat elektronik, mesin seperti kipas angin, penghangat nasi dan lainnya.  (her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO