Praya (Suara NTB) – Fasilitas Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Mandalika resmi beroperasi. Setelah diserahterimakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab) Loteng ke Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirtha Ardia Rinjani (Tiara) Loteng, di area SPAM Mandalika Desa Dadap Kecamatan Pujut, Kamis, 28 Agustus 2025. Selain memenuhi kebutuhan air bersih di dalam kawasan The Mandalika, SPAM Mandalika juga diharapkan bisa menyuplai kebutuhan air bersih warga di desa-desa penyangga kawasan The Mandalika.
“Dengan beroperasinya SPAM Mandalika kebutuhan air bersih di kawasan The Mandalika dan masyarakat di desa penyangga,” terang Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.IP.M.AP., usai menyerahkan pengoperasian SPAM Mandalika, di hadapan Sekda Loteng H.L. Firman Wijaya, S.T.M.T., Kepala BPBW NTB, perwakilan BUMN dan BUMD serta para pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya,
Dibangun dengan anggaran mencapai Rp170 miliar, SPAM Mandalika memang dihajatkan untuk mendukung pengembangan kawasan The Mandalika. Khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Sehingga bisa menunjang pengembangan pariwisata di kawasan tersebut dan Loteng secara umum.
Pihaknya berharap fasilitas tersebut bisa dikelola dan dijaga dengan sebaik mungkin. Supaya bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan daerah ini. Tidak kalah penting bisa bermanfaat untuk jangka waktu yang lama. “Pemerintah sudah membangunkan fasilitasi ini. Maka mari kita jaga bersama. Agara bisa bermanfaat untuk waktu yang lama,” ajak Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini.
Di tempat yang sama Direktur Utama Perumdam Tiara Loteng Bambang Supratomo, S.IP., menjelaskan kalau proses pembangunan SPAM Mandalika berlangsung selama empa tahun sejak tahun 2021 lalu. Dengan seluruh fasilitas SPAM dibiayai oleh pemerintah pusat. Adapun untuk lahan lokasi pembangunan SPAM Mandalika disiapkan oleh Pemkab Loteng.
Saat ini SPAM Mandalika memiliki kapasitas produksi sekitar 100 liter per detik. Dengan sebagian besar produksi air bersihnya akan disalurkan ke kawasan The Mandalika. Sisaanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangga di desa-desa sekitar kawasan The Mandalika. Termasuk kebutuhan air bersih di Pelabuhan Teluk Awang. Di mana saat ini sudah ada 2.000 sambungan rumah (SR) yang terpasang dan siap beroperasi.
“Tidak kalah penting dengan beroperasinya SPAM Mandalika ini bisa mendukung pariwisata. Sekaligus menjawab salah satu kebutuhan dasar dalam investasi yakni air bersih. Karena kalau sarana air bersih tidak ada, sulit bagi investasi untuk masuk,” tegas Bambang seraya menambahkan, pihaknya berkomitmen mengelola SPAM Mandalika dengan profesional. (kir)



