spot_img
Rabu, Februari 4, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMWarga Terdampak Abrasi Keluhkan Renovasi Tak Kunjung Datang

Warga Terdampak Abrasi Keluhkan Renovasi Tak Kunjung Datang

Mataram (Suara NTB) – Warga di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, mengeluhkan lambannya penanganan pasca-abrasi yang terjadi pada awal tahun 2025. Meski rumah mereka rusak akibat gelombang pasang, hingga kini belum ada kejelasan soal bantuan renovasi maupun perbaikan dari pemerintah.

Abrasi yang terus terjadi hampir setiap tahun itu telah merusak sejumlah rumah warga dan infrastruktur pesisir. Namun bantuan yang diberikan pemerintah, menurut warga, hanya bersifat darurat, seperti sembako dan pemasangan batu boulder di beberapa titik pantai.

H. Fatimah, salah satu warga terdampak, mengaku rumahnya rusak parah akibat abrasi. Ia mengatakan, pemerintah sempat turun langsung meninjau lokasi dan menjanjikan perbaikan, namun belum ada tindak lanjut hingga saat ini.

“Kondisi rumah kami masih seperti ini, belum ada bantuan sampai sekarang. Waktu itu katanya mau diperbaiki, tapi belum ada kabar lagi,” ujarnya saat ditemui, Rabu, 27 Agustus 2025 Karena kondisi rumahnya sudah tidak layak huni, Fatimah dan keluarganya kini tinggal sementara di rumah anaknya.

Hal yang sama dirasakan Juhan, warga lainnya. Rumahnya yang hancur akibat terjangan gelombang besar, kini hanya berdiri semi permanen setelah ia membangun hunian sementara (huntara) dari bahan seadanya.

“Kami bangun sendiri pakai bahan yang ada, yang penting bisa ditempati. Kalau nunggu diperbaiki, entah kapan datangnya,” kata Juhan yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

Ia mengaku kesulitan untuk membangun kembali rumah secara permanen karena penghasilannya yang tidak menentu. Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan huntara atau renovasi bangunan yang layak.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri mengatakan bahwa pemerintah sebenarnya telah merencanakan penanganan terhadap warga terdampak. Namun untuk renovasi rumah, pihaknya masih mempertimbangkan risiko abrasi yang berulang.

“Kalau langsung renovasi, khawatir rusak lagi. Lokasi rumah warga sangat dekat dengan bibir pantai dan cuaca sekarang sulit diprediksi,” katanya.

Sebagai alternatif, Pemkot Mataram menyiapkan hunian sementara (huntara) di kawasan Bintaro. “Kami sedang membangun satu blok huntara yang akan ditawarkan kepada masyarakat terdampak. Ini solusi jangka pendek sambil menunggu pembangunan tanggul permanen,” tambahnya.

Pemerintah Kota Mataram juga tengah mengupayakan pembangunan tanggul pemecah gelombang permanen sepanjang sembilan kilometer di kawasan pesisir. Rencana ini diharapkan segera terealisasi guna memberikan perlindungan jangka panjang bagi warga pesisir dari ancaman abrasi. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO