Mataram (suarantb.com) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, H. Abdul Aziz, S.H., M.H., mengimbau para pelajar di daerah ini untuk tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi menyikapi kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini.
Ia menekankan, setelah selesai belajar di sekolah, pelajar sebaiknya langsung pulang ke rumah masing-masing dan tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Saya baru saja koordinasi dengan Kepala Badan Kesbangpoldagri Provinsi NTB, Dr. H. Ruslan Abdul Gani, S.H., M.H., terkait kondisi lapangan. Saya juga sudah memerintahkan Kepala Cabang Dinas Dikbud Malomba (Mataram – Lombok Barat) untuk melarang pelajar di Mataram ikut demo,” ujarnya saat dikonfirmasi di Museum Negeri NTB, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Abdul Aziz menyebutkan bahwa ia juga telah berkoordinasi langsung dengan Kepala SMK 3 Mataram, Sulman Haris, agar mengimbau para siswanya tidak mengikuti aksi demonstrasi.
Selain itu, orang tua diminta turut berperan dalam mengawasi dan tidak mengizinkan anak-anak mereka terlibat dalam aksi tersebut.
“Beliau sebenarnya sudah mengimbau kepada pelajarnya agar tidak ikut demo, juga kepada orang tua murid supaya tidak membiarkan anak-anaknya ikut-ikutan,” tambahnya.
Abdul Aziz mengungkapkan adanya indikasi keterlibatan pelajar yang mencoba menyamarkan identitas dengan memodifikasi seragam sekolah. “Di lapangan ditemukan ada yang masih mengenakan celana cokelat khas seragam Pramuka, tapi bagian atasnya diganti kaos hitam. Itu indikasi kuat adanya pelajar yang ikut demo,” terangnya.
Pihak Dikbud NTB menegaskan, keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa, apalagi yang berujung anarkis, sangat tidak dibenarkan. Abdul Aziz mengingatkan bahwa jika pelajar melakukan tindakan anarkis, maka konsekuensinya akan berhadapan dengan hukum.
“Kami harap pelajar tetap fokus belajar dan tidak ikut dalam kegiatan yang bisa merugikan masa depan mereka sendiri,” pungkasnya.
Sabtu, 30 Agustus 2025, gabungan massa yang terdiri dari mahasiswa dan pengemudi ojol, organisasi kepemudaan mendatangi Polda NTB. Selain ke Polda NTB, massa juga akan melakukan aksi ke DPRD NTB.
Mereka menuntut pertanggungjawaban Polri terhadap kematian pengemudi ojol yang dilindas kendaraan taktis Brimob Polda Metro Jaya. Tidak hanya itu, mereka menuntut pencopotan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya. (ham)


