Mataram (suarantb.com) – Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dibuka di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), pada Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menulis kembali sejarah persyarikatan Muhammadiyah di NTB serta memperkuat jaringan jurnalis yang berafiliasi dengan gerakan dakwah tersebut.
Festival ini dihadiri oleh kader, Rektor, akademisi, aktivis literasi, mahasiswa, serta jurnalis dari berbagai daerah di NTB. Acara dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dari 30-31 Agustus 2025, dengan rangkaian kegiatan bertema literasi, sejarah, dan jurnalistik.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Yusron Saudi, S.T., M.Pd., menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya serius untuk menggali, merekam, dan menyebarluaskan sejarah pergerakan Muhammadiyah di NTB.
“Kita mencoba mengumpulkan kembali arsip dan dokumen sejarah persyarikatan Muhammadiyah di NTB untuk disusun menjadi sebuah buku. Sampai sekarang belum ada dokumentasi sejarah yang utuh, dan ini menjadi pekerjaan bersama kita,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyebarluaskan seluruh gerakan persyarikatan Muhammadiyah secara lebih sistematis melalui pendekatan literasi dan media. Oleh karena itu, MPI menargetkan pengarsipan narasi sejarah yang belum terdokumentasi, baik dalam bentuk tulisan maupun media digital.
Yusron menambahkan, inisiatif ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun lalu dengan menghimpun sejumlah draf sejarah dari berbagai daerah. Tahun ini, proses itu dilanjutkan dengan dukungan dari sepuluh anggota MPI Pusat yang terlibat dalam penyusunan dan pendokumentasian data sejarah.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, akan digelar pula program “Heritage Journalism Muhammadiyah”, yaitu penelusuran jejak sejarah persyarikatan di berbagai wilayah NTB. Lokasi yang menjadi fokus antara lain Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kota Mataram, Lombok Timur, serta wilayah lain yang menjadi titik awal tumbuhnya dakwah Muhammadiyah di NTB.
Penelusuran heritage ini akan berlangsung selama dua hari, melibatkan tim gabungan dari MPI Pusat, MPI PW Muhammadiyah NTB, UKM Lembaga Pers Mahasiswa, organisasi otonom Muhammadiyah, serta humas dari berbagai amal usaha Muhammadiyah (AUM) dan lembaga pendidikan.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar, tentu saja dengan dukungan dari seluruh AUM dan amal usaha Muhammadiyah yang ada,” tambah Yusron.
Ia menyebutkan, selain menghasilkan buku sejarah, festival ini juga bertujuan untuk mendokumentasikan peninggalan sejarah Muhammadiyah secara fisik-baik berupa barang, benda bersejarah, maupun dokumen.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk Aliansi Jurnalis Muhammadiyah, sebagai wadah kolaborasi antarjurnalis yang terafiliasi dengan persyarikatan. (pan)


