spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATPolisi Ungkap Temuan Penting di Balik Kematian Brigadir Esco

Polisi Ungkap Temuan Penting di Balik Kematian Brigadir Esco

Mataram (suarantb.com) – Penanganan kasus kematian Anggota Polsek Sekotong, Brigadir Esco Faska Rely terus bergulir. Pihak kepolisian saat ini telah mengamankan barang bukti yang dapat menentukan titik terang arah kasus ini.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat Minggu (31/8/2025) mengatakan, saat ini temuan tersebut tengah diperiksa di Lab Forensik (Labfor) di Jakarta.

“Mudah-mudahan apa yang kami temukan di rumah korban, itu memang menjadi titik terang, betul darah milik korban, istilahnya,” jelas Syarif.

Sebelumnya, kata dia, temuan tersebut pertama kali dikirim ke Labfor Polda Bali. Namun, karena terkendala suatu dan lain hal, temuan tersebut harus dikirim ke pusat.

“Dalam waktu dekat akan kami terima hasilnya. Kita tunggu saja,” tegasnya.

Syarif juga menyebutkan, pihak Markas Besar (Mabes) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) juga tengah mengatensi kasus ini.

Saat ini, dugaan sementara pihak kepolisian dalam kematian Brigadir Esco adalah adanya penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia.

“Kalau dugaan pembunuhan berencana, masih kami dalami,” tambahnya.

Saat ini aparat kepolisian telah memeriksa sekurangnya 23 orang saksi. Dari 23 saksi tersebut, terdapat istri, mertua, dan paman yang menemukan korban pertama kali.

Polisi sebelumnya juga sempat melakukan olah tempat kejadian perkara menggunakan anjing pelacak setelah autopsi.

“Yang pasti kita akan maksimal Polres dan Polda akan mengungkap ini karena menjadi atensi kita juga,” tandasnya.

Dalami Keterangan Saksi Kematian Brigadir Esco

Polisi saat ini masih melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi-saksi.

Dia menegaskan saat ini belum ada satu pun orang yang diamankan terkait kasus kematian anggota Polsek Sekotong tersebut.

“Saat ini kami masih mendalami keterangan saksi-saksi yang ada,” jelasnya.

Dalam waktu dekat pihaknya juga berharap dapat menganalisa hasil ekstrak handphone milik korban. Saat ini proses ekstrak masih juga masih berlangsung di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Saat ini Polda NTB membentuk tim gabungan dengan Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat (Lobar) dalam menangani kematian Brigadir Esco Faska Rely.

Sebelumnya, jenazah korban ditemukan di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) di bawah perbukitan daerah setempat, pada Minggu (24/8/2025) siang.

Jenazah korban membengkak dan mulai membusuk mengeluarkan bau tak sedap, sehingga dikerubungi lalat. Bagian lehernya terikat tali.

Informasi penemuan pertama kali dilaporkan oleh Kepala Dusun Nyiur Lembang. Dari keterangan saksi bernama Amaq Siun (50), warga setempat, penemuan jenazah berawal saat ia mencari ayamnya yang hilang di bukit belakang rumah.

Saat pencarian, sekitar pukul 11.30 Wita, saksi menemukan sesosok pria dalam posisi terlentang di bawah pohon. Kondisi korban sudah tidak bernyawa, dengan leher terikat tali, wajah rusak, serta tubuh membengkak.

Belakangan terungkap, Brigadir Esco merupakan anggota polisi yang bertugas di Polsek Sekotong, Lombok Barat. Hal itu diperkuat dengan sejumlah barang bukti berupa pakaian, ponsel, jam tangan, dan kunci sepeda motor yang ditemukan di saku celana korban. (mit)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO