Mataram (suarantb.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas dalang utama pembakaran dua gedung utama kantor DPRD NTB.
Dia mengatakan, pihaknya tidak hanya mencari tahu siapa saja yang berada pada saat tragedi hangusnya gedung Dewan itu. Melainkan mencari tahu siapa pelaku utama pada aksi pembakaran tersebut.
“Kita harus tahu siapa pelaku sebenarnya. Bukan hanya pelaku di pembakaran, tetapi siapa yang menggerakkan di balik ini. Harus dibuka ke publik,” ujarnya, Selasa, 2 September 2025.
Menurutnya, aparat penegak hukum juga sudah siaga mengamankan daerah. Aparat membantu Gubernur dalam mengusut tuntas pelaku pembakaran gedung Dewan.
Selain mengusut tuntas pelaku utama pembakaran gedung DPRD NTB. Berdasarkan arahan pusat, Pemprov NTB berupaya meredam kekacauan dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat. Termasuk menggunakan tutur kata yang baik, sehingga tidak menyakiti sebagian pihak, yang bisa berdampak terjadinya kekacauan.
“Turun langsung ke kampung-kampung. Beliau (Mendagri) juga memberikan apresiasi kepada daerah yang sudah melakukan langkah tersebut,” tambahnya.
Meski kondisi di daerah terpantau aman sejak Senin kemarin, Mantan Dubes RI untuk Turki ini mengaku akan terus siaga dan melanjutkan konsolidasi antara Pemprov, aparat penegak hukum dan keamanan, serta masyarakat.
“Walaupun ada kekhawatiran di beberapa titik, di Lombok Timur, di Bima, tapi secara umum aman,” katanya.
Kondusifnya demonstrasi pada aksi 1 September 2025 kemarin mendapat apresiasi dari Gubernur Iqbal. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada bupati/wali kota yang sudah bersedia mendatangi massa. Sebab, sesuai dengan arahan pusat, pejabat diminta untuk turun langsung mendengar tuntutan masyarakat.
Tidak hanya itu, pusat juga meminta Pemprov NTB untuk segera melakukan penanganan atas rusaknya dua gedung DPRD NTB. Di samping itu, Pemprov lanjut Iqbal juga tetap memastikan kondisi fiskal daerah.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) NTB juga mengaku akan mengusut tuntas dugaan pembakaran serta penjarahan Gedung DPRD NTB. Polda akan melakukan pengusutan gabungan bersama Polresta Mataram karena daerah unjuk rasa berada di wilayah hukum Polresta Mataram.
Saat ini, Wakil Kepala Polda (Wakapolda) NTB, Brigjen Hari Nugroho mengatakan telah mulai melakukan identifikasi siapa saja terduga pelaku penjarahan dalam pengusutan tersebut.
“Tidak akan kami diamkan untuk kejadian seperti itu,” katanya.
Begitu pula dengan pembakaran Gedung DPRD NTB saat unjuk rasa tersebut. Hari mengatakan juga akan mengusut tuntas perihal itu. Menurutnya, pihaknya telah mulai mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat berdasarkan data yang diperoleh dari rekaman CCTV di Gedung DPRD NTB. (era)


