spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBMajelis Pustaka dan Informasi Targetkan Buku Sejarah Peradaban Muhammadiyah di NTB Rilis...

Majelis Pustaka dan Informasi Targetkan Buku Sejarah Peradaban Muhammadiyah di NTB Rilis November

Mataram (suarantb.com) – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah mengebut proses penyusunan buku Sejarah Peradaban Muhammadiyah di NTB, yang ditargetkan rampung dan diluncurkan pada 10 November 2025 mendatang.

Buku ini digadang-gadang akan menjadi karya monumental yang merekam jejak panjang perjuangan dan kontribusi Muhammadiyah dalam membangun peradaban, pendidikan, dakwah, serta pelayanan sosial di Bumi Gora sejak awal kehadirannya.

Penyusunan buku ini merupakan tindak lanjut dari Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah NTB, yang telah digelar selama dua hari, pada 30–31 Agustus 2025 di Kota Mataram. Festival tersebut menjadi ruang konsolidasi ide dan apresiasi atas kiprah insan literasi, jurnalis, serta pegiat dokumentasi sejarah dalam lingkungan persyarikatan Muhammadiyah.

Ketua MPI Muhammadiyah NTB, Yusron Saudi menegaskan, penulisan buku ini bukan sekadar proyek dokumentasi, melainkan bagian dari komitmen untuk menyusun narasi otentik sejarah lokal yang selama ini masih tercecer dan jarang diangkat secara komprehensif.

“Sementara ini yang sudah kami telusuri ada dua tokoh sentral: Pak Asmo, utusan dari Jawa yang datang ke Lombok pada 1930-an, dan Tuan Guru Harits dari Desa Pohgading-Batuyang,” ungkap Yusron usai penutupan Festival Pers dan Literasi, Minggu (31/8).

Menurutnya, kedua tokoh tersebut merupakan cendekiawan yang berperan penting dalam menyiarkan ajaran Muhammadiyah di wilayah masing-masing. Karena itu, tim penyusun kini mulai mendalami lebih jauh jejak peninggalan mereka, baik dari sisi pemikiran maupun gerakan dakwahnya.

“Kita ingin menghadirkan sejarah yang tidak hanya ditulis dari atas ke bawah (top-down), tetapi juga dari bawah ke atas (bottom-up). Bahwa peradaban ini dibangun oleh banyak tangan — termasuk guru, dai, dan aktivis sosial Muhammadiyah di pelosok desa,” tegasnya.

Yusron juga mengungkapkan, selama ini sejarah Muhammadiyah di NTB banyak yang masih tercecer, baik dalam bentuk arsip, cerita lisan, maupun dokumentasi media. Buku ini akan menjadi simpul pengikat narasi-narasi tersebut agar bisa diwariskan ke generasi berikutnya.

Lebih lanjut, proses penyusunan buku melibatkan sejumlah tim yang telah melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh senior, penelusuran arsip lama, dokumentasi kegiatan persyarikatan, hingga studi literatur sejarah lokal. MPI NTB juga menggandeng akademisi, sejarawan, penulis, dan kontributor lapangan dari berbagai kabupaten/kota di NTB.

Tak hanya itu, MPI membuka ruang partisipasi warga Muhammadiyah dan publik luas untuk turut menyumbangkan dokumen, foto, catatan, maupun cerita sejarah dari daerah masing-masing, sebagai bagian dari gerakan literasi kolektif.

“Ini adalah kerja bersama. Sejarah Muhammadiyah tidak boleh hanya ditulis oleh segelintir orang, tetapi harus menjadi milik semua pihak yang pernah berkontribusi di dalamnya,” pungkas Yusron.

Peluncuran buku ini direncanakan bertepatan dengan momentum hari pahlawan dan akan dilaksanakan secara seremonial, menghadirkan tokoh nasional Muhammadiyah serta pemangku kepentingan di wilayah NTB.

Buku Sejarah Peradaban Muhammadiyah di NTB diharapkan menjadi rujukan penting, tidak hanya bagi warga persyarikatan, tetapi juga kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang tertarik memahami dinamika gerakan Islam modernis di kawasan timur Indonesia. (pan)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO