spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSPuing Kebakaran Kantor DPRD NTB akan Dilelang untuk Dibongkar

Puing Kebakaran Kantor DPRD NTB akan Dilelang untuk Dibongkar

Mataram (suarantb.com) – Pasca-kebakaran hebat yang melanda Kantor DPRD Provinsi NTB pada 30 Agustus 2025, area gedung yang terbakar kini telah dipasangi garis polisi guna mencegah akses masuk, karena alasan keselamatan. Pihak Sekretariat DPRD NTB menyatakan bahwa puing-puing gedung yang terbakar akan segera dilelang untuk proses pembongkaran.

Kepala Bagian Umum dan Humas Sekretariat DPRD NTB, Muhammad Herwan, menjelaskan bahwa langkah pemasangan garis polisi di kantor DPRD NTB untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Struktur gedung yang terbakar rawan runtuh dan sangat berbahaya bagi siapa pun yang masuk ke dalam area tersebut.

“Kami sudah larang semua staf untuk masuk. Puing-puing bekas kebakaran bisa jatuh kapan saja, dan kita belum bisa memastikan tingkat keamanannya,” ujar Herwan pada Selasa, 2 September 2025.

Herwan juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengajukan permohonan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk melaksanakan proses lelang pembongkaran puing-puing gedung kantor DPRD NTB. Proses ini sesuai prosedur karena bangunan tersebut termasuk aset negara.

“Kita akan ajukan ke BPKAD untuk dilelang. Karena ini barang milik negara, maka mekanismenya harus melalui proses lelang. Hasilnya nanti akan masuk ke kas negara,” jelasnya.

Terkait rencana pembangunan kembali kantor DPRD NTB, Herwan menyebut bahwa keputusan tersebut ada di tangan pimpinan DPRD, kepala daerah, dan instansi teknis terkait. Penentuan apakah gedung lama cukup direnovasi atau harus dibangun ulang akan bergantung pada hasil kajian ahli konstruksi.

“Kita tunggu hasil pengecekan dari ahli konstruksi. Mereka yang akan menentukan apakah masih layak direnovasi atau harus dibangun ulang dari nol,” tegas Herwan.

Diketahui, dalam insiden pembakaran tersebut, dua gedung di kompleks kantor DPRD NTB menjadi sasaran. Namun, hanya gedung utama di sisi selatan—tempat anggota dewan berkantor dan melaksanakan rapat—yang mengalami kerusakan paling parah. Sedangkan gedung sekretariat di sisi utara tidak mengalami kerusakan signifikan karena api tidak sampai menjalar ke seluruh bangunan. (ndi)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO