Tanjung (suarantb.com) – Dosen Pendidikan Guru dan Sekolah Dasar Fakultan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram, menggelar workshop pembelajaran mendalam di SDN 2 Gili Indah, Tanjung, Trawangan, Kabupaten Lombok Utara.

Ketua Tim Pengabdian PGSD Unram, Dr. Ilham Handika mengatakan, kegiatan workhsop ini bertujuan meningkatkan beberapa kemampuan guru tentang konsep pembelajaran mendalam.
Ia menjelaskan, pemahaman mengenai karakteristik keberagaman peserta didik sebagai tindak lanjut terhadap pemberian layanan kebutuhan belajar dan kebermanfaatan pembelajaran mendalam serta impelementasinya dalam proses pembelajaran.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan beberapa kemampun guru tentang deep learning,” jelasnya.
Dijelaskan,salah satu keunggulan dari implementasi kurikulum merdeka adalah pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar dan prestasi peserta didik.
Implementasi kurikulum merdeka membutuhkan inisiatif dan keaktifan dari guru dalam mengembangkan proses pembelajaran. Kurikulum merdeka ini dikembangkan sebagai kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. “Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran salah satunya adalah fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang mendalam sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal,” jelasnya
Pembelajaran mendalam sendiri lanjutnya, merupakan pendekatan pembelajaran pada program pelaksanaan kurikulum merdeka. Ditinjau dari perspektif pendidikan, pembentukan strategi ini dilakukan supaya peserta didik dapat secara bebas berekspresi dan bereksplorasi mengenai materi-materi yang ditawarkan oleh guru. Artinya, teknis pembelajaran yang sebelumnya telah dipusatkan pada peserta didik kini dibuat lebih variatif dan merdeka.
“Menyadari akan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam ini dan sebagai salah bentuk pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan ini disambut oleh guru setempat, karena dapat membantu para guru dalam mengembangangkan dan melaksanakan pembelajaran mendalam, guna meningkatkan literasi dan numerasi dari peserta didiknya.
Adapun desain pelatihan yang digunankan dalam kegiatan ini adalah yang pertama kali guru menyimak dan memahami materi kegiatan workshop yang diberikan. “Kemudian guru melakukan simulasi untuk mengimplementasikan pembelajaran mendalam dalam proses pembelajaran. Lalu Tim pengabdian melakukan pendampingan dengan mengecek serta memberi saran dan masukan dan di akhiri dengan diskusi dan tanya jawab,” tambahnya.
Ia mengharapkan pelatihan ini, dapat meningkatkan pemahaman guru terhadap implementasi kurikulum merdeka dan penerapan pembelajaran mendalam di sekolah. (cem)

