spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIPariwisata Senggigi Tetap Kondusif Meski Ada Demo

Pariwisata Senggigi Tetap Kondusif Meski Ada Demo

Mataram (Suara NTB) – Meski sejumlah negara mengeluarkan travel warning ke Indonesia akibat aksi demonstrasi di beberapa wilayah, industri pariwisata di Senggigi, Lombok Barat tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Tingkat okupansi hotel di Senggigi bahkan mencapai angka 85–90 persen.

Ketua Asosiasi Hotel Senggigi, Ketut Murtajaya, mengatakan bahwa situasi di kawasan wisata Senggigi masih aman dan kondusif. Aktivitas perhotelan berlangsung normal tanpa gangguan berarti, termasuk pasca aksi demonstrasi yang sempat berujung pada pembakaran kantor DPRD NTB.

“Sejauh ini situasi di Senggigi aman. Aktivitas hotel berjalan normal, tidak ada gangguan berarti. Okupansi kita masih di kisaran 90 persen,” ujar Ketut, yang juga menjabat sebagai General Manager Holiday Resort, Selasa, 2 September 2025.

Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Kanada telah mengeluarkan imbauan perjalanan (travel advisory) ke Indonesia. Namun menurut Ketut, sejauh ini belum terlihat dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Senggigi.

“Kami ada grup booking dari Malaysia di akhir bulan ini. Belum ada pembatalan, tapi mereka wait and see. Kalau kondisi tetap stabil, mereka tetap datang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar wisatawan memahami bahwa demonstrasi yang terjadi lebih banyak menyasar gedung pemerintahan, bukan destinasi wisata. “Bahkan beberapa tamu menganggap ini hal biasa, karena di negara mereka juga ada kejadian serupa. Selama objek wisata tidak terganggu, mereka tetap merasa nyaman,” ungkap Ketut.

Meski demikian, Ketut tetap mengingatkan potensi dampak yang lebih besar apabila situasi keamanan nasional memburuk dan menjalar ke kawasan wisata.  “Kalau nanti meluas ke destinasi wisata, tentu ini bisa berpengaruh serius terhadap pariwisata. Karena itu, kami berharap stabilitas terus terjaga,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk memberikan jaminan keamanan maksimal di sektor-sektor vital pariwisata. “Yang paling penting adalah memastikan keamanan di bandara, pelabuhan, dan destinasi wisata utama. Itu kunci agar wisatawan tetap percaya datang ke NTB,” imbuhnya.

Dengan tingkat okupansi hotel yang masih tinggi, pelaku usaha pariwisata di Senggigi tetap optimis terhadap pertumbuhan pariwisata NTB. Ketut berharap sinergi antara pemerintah, aparat, dan pelaku industri wisata terus diperkuat. “Harapan kami situasi tetap kondusif, jangan sampai berlarut. Karena kalau stabil, pariwisata akan berkembang lebih baik lagi,” pungkasnya. (bul)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO