spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURMahasiswa Lotim Kembali Demo, Tuntut Pencopotan Sekwan Gara-gara ‘’Nasi Bungkus’’

Mahasiswa Lotim Kembali Demo, Tuntut Pencopotan Sekwan Gara-gara ‘’Nasi Bungkus’’

Selong (Suara NTB) – Ratusan mahasiswa kembali mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Rabu, 3 September 2025. Aksi ini merupakan protes lanjutan terhadap pemberian nasi bungkus oleh Sekretariat Dewan (Sekwan) kepada massa aksi pada demo sebelumnya, yang dinilai telah mencemari idealisme perjuangan.

Para pengunjuk rasa yang tergabung dalam elemen Cipayung Plus menuntut pencopotan Sekwan, H. Ahyan. Mereka menilai tindakan bagi-bagi nasi bungkus itu sebagai bentuk penyuapan yang merendahkan suara aspirasi masyarakat dan mencederai moralitas pergerakan.

“Apa yang kami lakukan dinodai dengan nasi bungkus. Suara aspirasi masyarakat disuapi sebungkus nasi bungkus. Hal ini dianggap tidak pantas,” ujar Zainul salah seorang orator.

Diketahui, nasi bungkus ini diberikan Sekretariat Dewan Lotim saat aksi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus pada hari Senin, tanggal 1 September 2025 lalu. Apa yang dilakukan dewan itu dianggap mencederai idealisme mahasiswa yang aksi.

Selain itu, mahasiswa juga menuding Sekwan tidak berkoordinasi dengan pimpinan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung sebelum membagikan nasi tersebut. Mereka menegaskan bahwa isu kalah dengan etika dan moralitas di depan publik.

Di samping masalah nasi bungkus, mahasiswa tetap menyuarakan tuntutan substantifnya. Mereka mendesak DPRD Lotim untuk memperjuangkan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Perampasan Aset di tingkat pusat. Mereka juga meminta agar elemen Cipayung dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan di dewan.

“Kami juga menuntut Pimpinan Dewan untuk mencopot Ketua DPRD Lotim,” tambah Rizki, salah satu orator dari Cipayung Plus.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Lotim, Muhammad Yusri, turun langsung menemui massa aksi. Ia menyampaikan bahwa semua tuntutan mahasiswa, termasuk soal RUU Perampasan Aset, telah diterima dan diteruskan ke Presiden dan DPR RI. “DPRD Lotim sudah bersurat. Kami menghargai semua tuntutan dari mahasiswa,” kata Yusri.

Ia didampingi oleh sejumlah anggota dewan lainnya yang juga menghadiri demo untuk mendengarkan aspirasi.

Sekwan Lotim H. Ahyan, memberikan penjelasan terkait polemik nasi bungkus tersebut. Ia membantah niatnya mencari panggung dan menyatakan bahwa pemberian nasi itu untuk semua pihak yang hadir, bukan hanya untuk mahasiswa.

“Penyediaan nasi untuk semua pihak. Tidak saja untuk mahasiswa yang aksi, tapi juga kepada seluruh yang hadir. Kami tidak membeda-bedakan,” jelas Ahyan.

Dia dengan tulus meminta maaf jika tindakannya menyinggung perasaan mahasiswa. Namun, terkait posisinya, Ahyan menyatakan sikap legawa. “Sekwan adalah pembantu Bupati dan pimpinan DPRD. Sekwan kecil tidak apa-apa. Sekarang kalau mau dicopot oleh Bupati, maka siap dicopot,” ujarnya.

Aksi berlangsung tertib dan diawasi ketat oleh aparat kepolisian. Sebelum mendatangi gedung DPRD Lotim, massa aksi ini mendatangi kantor Bupati Lotim.

Bupati Lotim H. Haerul Warisin didampingi Sekretaris Daerah menemui langsung masa aksi. Bupati  mengatakan memiliki tujuan yang sama menjadikan Lotim sebagai daerah yang maju, berwibawa, dan dihormati oleh orang luar.  Bupati meminta waktu untuk proses mutasi. Menurutnya, mutasi sekarang itu harus melewati pengusulan. (rus)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO