Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Sumbawa kembali melakukan revisi terhadap Data Engenering Design (DED) rencana rehabilitasi empat venue olahraga Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT tahun 2028.
“Penyusunan DED sebenarnya sudah rampung kemarin, tetapi karena ada revisi sehingga kita upayakan dalam waktu dekat bisa segera tuntas untuk kita ekspose lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Popar, Tata Kostara kepada Suara NTB, Rabu, 3 September 2025.
Ia melanjutkan, titik berat dari rekomendasi tersebut berkaitan dengan kenyamanan bagi para atlet yang akan bertanding nantinya dan para penonton. Salah satunya toilet atlet dan penonton harus terpisah, termasuk ruangan relaksasi bagi para atlet.
“Rekomendasi tersebut sifatnya masih secara lisan, kami juga masih menunggu secara resmi. Tetapi yang jelas rekomendasi itu untuk kenyamanan atlet,” ujarnya.
Ia menyebutkan, penyusunan DED tersebut dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan PON NTB-NTT tahun 2028 mendatang. Bahkan empat venue olahraga yang direvitalisasi tersebut pada prinsipnya disiapkan sebagai lokasi pelaksanaan PON nantinya.
“Empat DED tersebut yakni GOR Mampis Rungan untuk perluasan area pertandingan, Lapangan Cendrawasih penataan tribun dan lapak UMKM, GOR Pragas dan venue panahan di Sirkuit Samota dengan nilai Rp11,5 miliar,” ucapnya.
Tata tidak menampik, dengan adanya revisi maka potensi terjadinya penambahan biaya sangat mungkin terjadi. Terutama kaitannya dengan ruang relaksasi bagi para atlet dan toilet khusus maka butuh proses penataan lebih lanjut.
“Mungkin ada penambahan dari nilai awal Rp11,5 miliar, tetapi akan kita lihat dulu rekomendasi yang ada dan akan disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan,” tambahnya.
Sala satu usulan yang diharapkan bisa mulai ditangani pada tahun 2025 adalah penataan GOR Pragas dan selanjutnya akan ditangani di tahun 2026. Dengan begitu, diharapkan pada tahun 2027 semua venue tersebut sudah siap dan pada tahun 2028 hanya persiapan teknis pertandingan.
“Sehingga pad atahun 2028 tinggal finishing saja termasuk kesiapan venue lebih lanjut,” ucapnya.
Sebagai informasi awal, untuk revitalisasi GOR Mampis Rungan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,8 miliar dan untuk revitalisasi Lapangan Cenderawasih sekitar Rp5,5 miliar. Tribun penonton di GOR Pragas membutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar, dan venue panahan Samota sekitar Rp2 miliar.
“Total kebutuhan anggaran kita sebesar Rp11,5 miliar, tetapi karena ada revisi maka kita akan hitung ulang kebutuhannya dan akan kita laporkan ke pimpinan daerah,” jelasnya.
Khusus untuk venue panahan, kebutuhan anggaran sekitar Rp600 juta akan digunakan untuk penataan lahannya dengan hitungan Rp3.000 per meter persegi. Sementara untuk penataan lebih lanjut dibutuhkan anggaran sekitar Rp1, 4 miliar.
“Kami berharap penataan venue panahan ini menjadi prioritas karena akan kita gunakan untuk porprov dan PON. Sedangkan untuk yang lain kita berharap bisa dilakukan secara bertahap sebelum PON,” tambahnya. (ils)


