spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATLAZ-Adha Tetap Solid dan Kompak Membangun Lobar

LAZ-Adha Tetap Solid dan Kompak Membangun Lobar

Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini dan Wabup Hj. Nurul Adha yang akrab disapa dengan akronim LAZ-Adha memasuki enam bulan lebih memimpin. Selama lebih dari enam bulan ini, pasangan Bupati dan Wabup ini dinilai berhasil membangun Bumi Patut Patuh Patju.

Namun dinamika muncul, LAZ-Adha diterpa isu perpecahan atau bahkan diduga berupaya dipecah belah. Akan tetapi, LAZ-Adha menegaskan tetap solid membangun Lobar sesuai visi misi Lobar Maju dan Berkeadilan.

Bupati yang dikonfirmasi usai Musda ke VI PKS Lobar, mengatakan secara sederhana ia melihat. Kalau banyak yang berupaya memecah, menurutnya berarti LAZ-Adha kuat. “Kalau ndak kuat, ya tidak mungkin berupaya dipecah, kalau saya sederhana menyikapi,” katanya, Sabtu, 6 September 2025.

Kendati kalau ada yang berupaya memecah, tapi sudah ada komitmen dari awal untuk terus bersama-sama. Ia dan Wabup pun berusaha mengedepankan kebersamaan, jangan ada perbedaan dalam hal visi misi membangun.  “Biar orang lain menilai, silakan, kita tetap kompak sesuai dengan komitmen awal,” ujarnya.

Sejauh ini semua berjalan dengan baik, bahkan kalau dari kekompakan di Lobar perpaduan Bupati dan Wabup selalu bersama. Di tengah ada di daerah lain, kepala daerah dan wakil Kepala daerahnya kadang jalan sendiri memiliki kegiatan masing-masing. “Kalau kita kan, intensitas bersamanya tinggi. Kadang untuk menjaga keakraban itu Saya makan ke tempat Bu Wabup, kadang Bu Wabup ke tempat saya untuk membicarakan hal-hal yang strategis,” imbuhnya.

Yang jelas selama itu baik untuk kepentingan Lobar dengan siapapun pihaknya akan berkolaborasi.  Menurutnya,  kalau semangat membangun daerah sama persepsinya, maka seharusnya sama-sama mendukung, sehingga bagi LAZ, baik parpol pendukung atau tidak, kalau bersama-sama punya kepentingan membangun Lobar, pasti akan bergandengan tangan.

Ia pun yakin kalau semua partai memiliki tujuan yang sama mendukung untuk sama-sama membangun Lobar. Selama satu tujuannya, itu artinya bersama-sama. Kalau ada partai pendukung, namun tidak mendukung pemerintah, untuk apa partai pendukung. Sebaliknya, meskipun parpol non pendukung tetapi memiliki persepsi yang sama mendukung membangun daerah, maka diajak bersama-sama. “Karena membangun Lobar itu tidak bisa sendiri,  harus bersama-sama,”tegasnya.

Karena itu ia mengedepankan cara pandang atau sudut pandang yang sama. Sebab kalau bertemu sudut pandang, maka segala kebijakan yang diambil pasti dilandasi objektivitas. Ia bersama Wabup selalu mengedepankan Lobar lebih baik lagi.

Pihaknya selalu menyampaikan ketika turun ke desa, bahwa tolok ukur membangun. Ada dua faktor kunci berhasil atau tidak membangun. Pertama, bisa menurunkan tingkat kemiskinan dan kedua pendapatan per kapita masyarakat terus meningkat.  “Dan untuk menuju itu membutuhkan kebersamaan,” ujarnya.

Sebagai bentuk kebersamaan ini, dalam proses pembangunan butuh proyeksi, penyeimbang dan masukan. Dan segala keputusan yang diambilnya bersama Wabup, semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wabup Hj Nurul Adha sekaligus Ketua DPD PKS Lobar menegaskan sebelum enam bulan menjabat, ia dan Bupati sudah diguncang diterpa isu perpecahan dan lainnya.

“Saya dan Pak Bupati memang komitmen dari awal, jadi saya melepaskan posisi saya jadi DPRD, beliau melepas posisi jadi Dirut, itu komitmen sudah ada. Tidak mungkin hanya karena isu, kemudian terjadi perpecahan,” tegasnya.

Yang paling penting, kata dia, cara atau sudut pandang yang sama. Menentukan kebijakan dengan cara pandang yang sama, sehingga tidak ada banyak perbedaan dan perselisihan serta perdebatan.

Selama itu untuk kepentingan dan kemajuan daerah, ujar UNA, maka ia selaku Wabup mengikuti kebijakan Bupati. Bahkan kata dia, di PKS solid mendukung sebab tidak boleh ada yang berbeda di PKS..

Pihaknya juga terus membangun bagiamana fraksi di DPRD dari parpol pendukung juga membangun komunikasi dengan parpol lainnya. Supaya jangan sampai kepemimpinan yang baru, akibat kesalahan dalam komunikasi akhirnya dianggap kurang solid.  (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO