PEMERINTAH Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang terus mendorong upaya pengurangan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya. Caranya, dengan mengoptimalkan pengelolaan bank sampah di wilayahnya.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kelurahan dalam mendukung program Pemerintah Kota Mataram terkait pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah melibatkan peran aktif karang taruna dalam pengelolaan bank sampah.
Karang taruna diberdayakan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah rumah tangga, serta pengumpulan dan pengelolaan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis. Sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian ditukarkan menjadi tabungan melalui sistem bank sampah yang telah berjalan di beberapa lingkungan.
Tak hanya itu, sampah organik yang sebelumnya kerap menjadi sumber bau dan pencemaran lingkungan kini diolah menjadi pupuk organik cair. Hasil olahan tersebut dimanfaatkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk mendukung kegiatan pertanian urban dan penghijauan lingkungan sekitar.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa sampah bukan sekadar limbah, tapi juga bisa menjadi sumber daya. Dengan dukungan karang taruna dan KWT, kami optimistis dapat mengurangi volume sampah ke TPST Sandubaya secara signifikan,” ujar Lurah Gomong, Muhammad Ilham, Minggu, 7 September 2025.
Upaya ini juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Mataram bertajuk “Tempah Dedoro Organik”, yang diluncurkan pada peringatan HUT ke-32 Kota Mataram, Minggu, 31 Agustus 2025 lalu.
Program pengelolaan sampah ini disambut positif oleh warga setempat. Mereka menilai kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi dan sosial.
“Ini sudah berjalan sejak KWT kami meraih juara satu tingkat Kota Mataram hingga menjadi yang terbaik se-Provinsi NTB. Dari situ, kami mulai serius mengembangkan pembuatan pupuk organik,” ujarnya.
Dengan penguatan peran komunitas lokal seperti Karang Taruna dan KWT, Kelurahan Gomong berharap dapat menjadi contoh kelurahan mandiri dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. (pan)



