Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PRKP) mengaku belum mendapatkan kepastian terkait pelaksanaan program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah. Meski demikian, Pemkab Sumbawa menyambut baik program tersebut.
“Hasil koordinasi kemarin, program itu bakal dilaksanakan secara keroyokan dengan masing-masing pihak mengambil peran. Pusat dengan anggarannya, provinsi, daerah hingga tingkat kelurahan/desa termasuk CSR perusahaan,” kata Kadis PRKP melalui Kabid Kawasan Permukiman, Rizqi Helfiansyah kepada Suara NTB, pekan kemarin.
Pemerintah pun, lanjut Rizqi, masih menunggu petunjuk lanjutan terkait pelaksanaan program tersebut. Apakah akan ada pembangunan rumah baru atau hanya sebatas penanganan rumah tidak layak huni juga belum mendapatkan kepastian.
“Pada prinsipnya kami masih menunggu informasi dari pusat untuk pelaksanaan program tersebut supaya tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.
Ia melanjutkan, berdasarkan data kebutuhan rumah di Sumbawa sekitar 47.000 unit dari jumlah hunian yang tersedia saat ini. Terhadap kondisi tersebut pemerintah tidak bisa melakukan intervensi secara khusus karena keterbatasan anggaran.
“Selama ini memang kita belum memiliki program khusus untuk pembangunan rumah baru, karena anggaran kita juga terbatas, hanya rehabilitasi saja,” ujarnya.
Ia menambahkan, terhadap kondisi tersebut pihaknya berharap bisa diintervensi melalui program yang ada di Kementerian PKP salah satunya melalui program 3 juta rumah. Apalagi untuk kebutuhan rumah saat ini menjadi perhatian khusus PKP.
“Karena jumlah backlog kita sangat banyak, sehingga kami sangat berharap Kementerian PKP bisa memberikan perhatian khusus ke Sumbawa, ” tambahnya.
Selain masalah backlog Sumbawa juga masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup barat yakni masalah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bahkan berdasarkan data sedikitnya sebanyak 34.052 unit rumah masuk dalam kategori RTLH.
“Jumlah RTLH kita masih cukup besar sementara yang bisa kita tangani setiap tahunnya hanya sekitar 100 unit, sehingga kami berharap adanya dukungan yang maksimal untuk mengintervensi masalah ini,” harapnya. (ils)



