Tujuh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Lombok Barat (Lobar) dilantik, Senin 8 September 2025. Mereka langsung tancap gas. Pada hari pertama masuk kantor, Kepala OPD melakukan konsolidasi internal, menyusun strategi jajaran dalam melaksanakan program dan inovasi. Bahkan, Kepala OPD ini langsung turun lapangan.
KEPALA Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), H Afgan Kusuma Negara, SP., menyampaikan pada hari pertama masuk kerja sebagai kepala dinas, dirinya memperkenalkan diri pada jajaran dan konsolidasi internal, karena jajaran di Dinas Ketapang belum terlalu banyak dikenal. “Langkah pertama saya, perkenalkan diri di kantor, konsolidasi Internal,” kata Afgan – sapaan akrabnya, Selasa, 9 September 2025.
Konsolidasi internal dilakukan untuk menyatukan visi misi di jajaran bagaimana membangun semangat dan langkah seirama dalam mensukseskan program Pemkab dalam hal ini Bupati Lobar. Seperti arahan Bupati Lobar, ujarnya, untuk bekerja penuh loyalitas, integritas, kerja cepat, tepat dan inovatif serta berkolalorasi dengan semua pihak. Menurutnya, semua jajaran harus kerja keras, mengikuti irama Bupati dan Wabup.
Pihaknya pun menekankan ke jajaran sesuai arahan Bupati tersebut, agar kerja cepat, tepat, berinovasi tidak bekerja sekadar rutinitas saja serta berkolalorasi dengan semua pihak.
Dalam hal membangun itu semua, pihaknya tentu akan memberikan contoh atau teladan kepada jajarannya. “Harus kita berikan contoh, teladan,” imbuhnya.
Setelah konsolidasi internal, Afgan tidak mau terlalu banyak bicara soal program, sebab ia tak ingin dianggap bicara saja tanpa aksi. Ia ingin menunjukkan kinerja, sesuai dengan arahan Bupati Lobar. “Setelah berjalan baru (kami sampaikan),” imbuhnya.
Meski demikian pihaknya telah menyiapkan strategi dan program dalam membangun ketahanan pangan Lobar ke depan.
Sementara itu, Kepala Bappeda Lobar Deny Arif Nugroho, ST., ME., menerangkan dirinya di Bappeda selaku koordinator melakukan perencanaan di masing-masing OPD. Pihaknya membuat konsep yang jelas terhadap segala program dan kegiatan prioritas yang harus dilaksanakan dengan cepat. “Kami sendiri di Bappeda melakukan koordinasi dengan teman-teman di bidang teknis untuk menyusun beberapa konsep yang harus kita terapkan di teman-teman OPD,” kata Deny.
Contoh seperti penanganan kemiskinan, stunting, sebagai indikator makro yang harus dituntaskan. Â Di samping beberapa indikator Kinerja utama yang sudah dituangkan dalam RPJMD harus dikawal sampai kepemimpinan Bupati dan Wabup bagaimana ini harus tercapai.
Langkah awalnya pun membuat konsep yang jelas bagaimana memulai dengan data valid, dan membuat program-program ke seluruh OPD untuk melakukan intervensi terhadap pencapaian-pencapaian indikator maupun janji politik Bupati dan Wabup.
Langkah pertama yang dilakukan di internal, pihaknya membangun konsolidasi maupun komunikasi di bidang teknis maupun OPD.
“Rencana ke depan, kami akan membangun komunikasi tiap hari Senin, rapat kordinasi dengan seluruh Kabid, Jumat kami evaluasi untuk melakukan percepatan terhadap apa yang menjadi penugasan dari pimpinan,” imbuhnya.
Pihaknya juga melakukan tanda tangan kontrak kinerja dengan jajaran, apa yang sudah ditandatangani dengan Bupati, akan diturunkan ke seluruh kepala bidang, selanjutnya sampai ke jajaran staf. “Karena setiap pegawai harus mempunyai tolok ukur masing-masing, itu sebagai bahan evaluasi yang akan dilakukan tiap bulan maupun tiap Minggu, sebagai penilaian kinerja jajaran,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) M. Busyairi, S.Sos., M.M., pada hari pertama masuk kantor langsung turun ke lapangan mewakili Bupati Lobar penanaman pohon. “Kita ini langsung berlari, langsung bekerja, begitu dilantik langsung bekerja,”kata dia.
Pihaknya harus bekerja keras, sebab semua permasalahan di DLH untuk diminta diselesaikan secepatnya oleh pimpinan. Pihaknya juga telah memiliki langkah-langkah dalam mengatasi permasalahan yang ada, sebagaimana yang dipaparkan pada saat seleksi.
Pihaknya telah mengidentifikasi enam persoalan di DLH dan menyiapkan solusinya. Menjawab tantangan Bupati Lobar, pihaknya pun telah menyiapkan sejumlah Inovasi. Pihaknya menyiapkan sejumlah inovasi, terkait sampah dan PAD serta penanganan penebangan pohon.
Inovasi ini sekaligus sebagai solusi penyelesaian atas persoalan di DLH, seperti soal sampah, inefisiensi anggaran, penebangan pohon, perizinan tidak transparan, dan soal invovasi PAD dengan memaksimalkan laboratorium.
Sesuai arahan Bupati Lobar, ujarnya, agar itu dituntaskan. Seperti temuan Inspektorat soal sampah, , kalau menjadi temuan APIP, artinya ada yang tak sesuai aturan. Dengan mengetahui semua permasalahan ini, tentu tinggal mencari solusi. “Tidak berabad-abad dari awal, nanti kami akan atasi permasalahan yang ada,”imbuhnya. (her)


