spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPotensi Banjir Rob, Dinsos Mataram Siapkan Dapur Umum di Dua Titik

Potensi Banjir Rob, Dinsos Mataram Siapkan Dapur Umum di Dua Titik

Mataram (Suara NTB) – Mengantisipasi potensi banjir rob yang diprediksi melanda sejumlah wilayah pesisir, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram akan menyiapkan dapur umum darurat di dua titik, yakni di Kelurahan Bintaro dan Kelurahan Tanjung Karang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya cepat tanggap jika terjadi evakuasi atau kebutuhan logistik mendesak.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel, logistik, dan perlengkapan dasar untuk mendukung operasional dapur umum tersebut.

“Kita bagian dari penanganan. Tapi tentu tergantung situasi. Makanya, kita diminta cek langsung kondisi di pesisir pantai, seperti apa perkembangannya,” ujarnya, Selasa, 9 September 2025.

Persiapan ini merupakan bagian dari koordinasi lintas sektor dalam menghadapi cuaca ekstrem yang telah diperingatkan oleh BMKG, termasuk potensi pasang air laut akibat fenomena corn moon (purnama jagung).

Dinsos juga telah memetakan titik-titik rawan dan menyiapkan logistik darurat lainnya, seperti bahan makanan, tenda pengungsi, dan perlengkapan kebersihan. Koordinasi dengan BPBD, kelurahan, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga terus dilakukan jika skenario tanggap darurat diberlakukan.

“Kita punya satu unit dapur umum, dan BPBD juga punya. Nantinya bisa dikerahkan untuk mencakup kawasan rawan, seperti di Kelurahan Bintaro dan Lingkungan Mapak,” jelas Samsul.

Selain itu, Dinsos juga menyiapkan mekanisme pendistribusian makanan cepat saji apabila terjadi pengungsian dalam jumlah besar. Menyiapkan semua skenario untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dalam kondisi darurat.

Ia juga Mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan bantaran sungai untuk tetap waspada dan segera melapor ke posko kelurahan jika terjadi kenaikan air laut atau genangan air yang berisiko mengganggu keselamatan.

“Kami minta masyarakat tetap siaga, tidak panik, dan selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” tegasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan prediksi BMKG, potensi banjir rob di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) diperkirakan terjadi pada 7–13 September 2025. Sejumlah wilayah yang berisiko terdampak di Pulau Lombok meliputi: Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok. (pan)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO