Bima (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir rob, hujan lebat, dan angin kencang. Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan dini cuaca dari BMKG untuk periode 9 hingga 15 September 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Isyra, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti peringatan BMKG dengan meneruskan informasi tersebut kepada para petugas, pemerintah kecamatan dan desa. “Atas imbauan itu kami teruskan kepada pemerintah kecamatan dan desa,” kata Isyra kepada Suara NTB, Rabu, 10 September 2025.
Menurutnya, meskipun saat ini cuaca di wilayah Kabupaten Bima terpantau cukup cerah, sesekali mendung, dan turun gerimis, masyarakat tetap diminta siaga. Terutama warga yang tinggal dekat pesisir pantai karena kondisi cuaca dapat berubah secara ekstrem kapan saja.
“Saya mengimbau kepada warga agar tetap waspada, karena sewaktu-waktu dengan keadaan cuaca ini bisa terjadi bencana,” ujarnya.
Isyra juga menekankan kewaspadaan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bukit dan lereng. “Apalagi keadaan tanah kita di wilayah Kabupaten Bima ini lagi tandus. Sehingga kalau hujan terus menerus bisa mengakibatkan banjir sewaktu-waktu,” tambahnya.
Sebelumnya, BMKG merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Bima dan sekitarnya pada 9 hingga 11 September 2025. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi disertai kilat, petir, serta angin kencang. Kondisi ini berisiko menumbangkan pohon, menimbulkan gelombang tinggi, dan mengganggu aktivitas darat maupun laut.
Selain itu, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4,0 meter di perairan Selat Sape bagian selatan. Peringatan dini banjir rob atau banjir pesisir berlaku sejak 9 hingga 15 September 2025, mulai pukul 08.00 hingga 20.00 Wita.
Wilayah pesisir yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, dan Hu’u. Dampak yang diantisipasi antara lain banjir rob di pesisir dan muara sungai, banjir bandang, tanah longsor, serta genangan di daerah lereng dan aliran sungai.
BPBD Kabupaten Bima juga mengingatkan masyarakat di pesisir dan bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pasang maksimum yang diperkirakan terjadi pukul 09.00 hingga 15.00 Wita. “Masyarakat tetap waspada dan tetap mengikuti perkembangan cuaca yang ada,” tegas Isyra.
Selain masyarakat, pemerintah daerah turut meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana banjir rob, longsor, dan angin kencang.
Warga diminta tidak beraktivitas melaut di wilayah dengan potensi gelombang tinggi, tidak membuang sampah di aliran sungai, memangkas pohon rapuh, serta menjaga saluran drainase tetap lancar.
“Kami mengingatkan lagi, masyarakat agar selalu mengikuti update informasi cuaca dari BMKG,” tutup Isyra.
Dengan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga 15 September 2025, kewaspadaan warga Bima diharapkan dapat meminimalkan dampak bencana, khususnya di wilayah pesisir dan dataran rendah yang rawan banjir rob. (hir)



