Rabu, Maret 11, 2026

BerandaNTBSUMBAWADiterjang Puting Beliung, Plafon RSUD Sering Ambruk

Diterjang Puting Beliung, Plafon RSUD Sering Ambruk

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Plafon gedung A Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa di Sering Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa ambruk pasca-diterjang angin puting beliung, Rabu, 10 September 2025 sekitar pukul 12.00 wita.

Pantauan Suara NTB di lapangan, ambruknya plafon rumah sakit yang dibangun tahun 2019 lalu tersebut mengakibatkan pelayanan kesehatan sedikit terganggu. Bahkan material plafon menggunakan asbes tersebut tampak berserakan di bagian depan gedung termasuk besi pengikat plafon beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta yang dikonfirmasi terkait kejadian tersebut membenarkan adanya plafon yang ambruk. Hanya saja untuk sementara ini pihaknya masih melakukan konsolidasi lebih lanjut atas kejadian tersebut.

“Iya, benar plafonnya ambruk karena diterjang angin puting beliung. Kami juga tengah melakukan konsolidasi dengan pihak terkait termasuk melakukan pembersihan material yang jatuh,” ucapnya.

Mega pun meyakinkan, pihaknya tetap akan melakukan investigasi lebih lanjut atas kejadian tersebut. Hal itu dilakukan untuk memastikan penyebab ambruknya plafon apakah terjadi karena force majeure atau ada masalah teknis lainnya.

“Kami masih melakukan konsolidasi dan investigasi lebih lanjut terkait kejadian itu. Maaf untuk sementara ini saya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” singkatnya.

Sementara itu, petugas keamanan pembangunan gedung, Andi yang ditemui di lokasi menyebutkan bahwa ambruknya plafon ini akibat force majeur yaitu angin puting beliung. Bahkan plafon yang ambruk itu akan langsung ditangani.

“Kejadiannya tadi sekitar pukul 12 siang, karena ada angin puting beliung sehingga ambruk. Bangunan ini sudah terbangun tahun 2019, tidak bangunan baru,” jelasnya.

Andi pun meyakinkan, setelah kejadian tim yang bekerja di lokasi pembangunan lanjutan rumah sakit tersebut langsung melakukan pembersihan material yang jatuh. Ia pun sangat bersyukur tidak ada korban atas musibah tersebut karena kerugian material saja.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan dan besok sudah mulai kita kerjakan untuk material yang ambruk itu dengan anggaran sekitar Rp200 juta,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa ambruknya plafon ini karena force majeure bukan karena hal lainnya. Sebab di proses pembangunan proyek itu juga didampingi oleh Kejaksaan, termasuk inspektorat sebelum bangunan itu dinyatakan tuntas terbangun. (ils)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO