spot_img
Jumat, Februari 27, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIPokmas Biomassa Rintam Targetkan 200 Ribu Pohon Energi, Dorong NTB Jadi Pusat...

Pokmas Biomassa Rintam Targetkan 200 Ribu Pohon Energi, Dorong NTB Jadi Pusat Green Energy dan Ekspor Biomassa

Mataram (Suara NTB) – Kelompok Masyarakat Biomassa Rinjani Tambora (Pokmas Biomassa Rintam) menargetkan penanaman 200.000 pohon energi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2025. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan NTB sebagai pusat green energy nasional dan mendorong ekspor biomassa Indonesia ke pasar global.

Ketua Pokmas Biomassa Rintam, Iwan Balukea, menegaskan bahwa biomassa menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 yang dicanangkan pemerintah.

“Di Lombok Utara saja, kami menargetkan penanaman 200 ribu pohon energi seperti Gamal dan Kaliandra Merah. Jumlah ini setara dengan produksi bahan baku biomassa sebesar 5.000 ton untuk kebutuhan wood pellet dan wood briquette,” ujar Iwan pada kegiatan sosialisasi di Desa Sesait, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (10/09/2025).

Jenis pohon energi yang direkomendasikan meliputi Gamal, Kaliandra Merah, Lamtoro, dan Banten. Tanaman ini dikenal sebagai tanaman fast growing, berkalori tinggi (di atas 3.000 kkal/kg), serta tahan terhadap perubahan iklim ekstrem.

Tak hanya sebagai bahan baku energi, tanaman-tanaman ini juga memiliki manfaat lain, daunnya menjadi pakan ternak berkualitas tinggi, terutama untuk sapi dan kambing. Akar dan struktur tanamannya mencegah erosi dan meningkatkan kesuburan tanah. Bunga Kaliandra Merah mengandung nektar yang sangat baik untuk budidaya lebah madu, seperti madu Trigona, yang membuka peluang usaha baru di tingkat rumah tangga.

Pokmas Biomassa Rintam tidak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga membangun ekosistem biomassa terintegrasi yang mencakup:

Penanaman pohon energi di lahan non-produktif dan kritis di Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, serta Sumbawa.

Pendampingan intensif mulai dari penanaman, panen, produksi biomassa, hingga pemasaran produk biomassa seperti wood pellet dan briket.

Peningkatan kapasitas petani dan peternak melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan NTB. “Kami ingin menciptakan sistem biomassa yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi. NTB memiliki potensi biomassa puluhan juta ton per tahun, dan ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan energi bersih dan kesejahteraan masyarakat,” tambah Iwan.

Maya Yuliana, Wakil Ketua Pokmas Biomassa Rintam, mengajak anak muda dan ibu-ibu untuk terlibat aktif dalam program ini. Menurutnya, green energy bukan hanya tentang teknologi, tapi juga warisan untuk generasi mendatang.

“Kalau sekarang masih belum bicara soal green energy, itu artinya belum keren. Energi bersih ini adalah warisan untuk anak cucu, agar mereka bisa hidup di lingkungan bebas racun dari energi fosil,” ungkap Maya. (bul)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO