Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Dispopar) Sumbawa mengaku jumlah kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara pada semester kedua tahun 2025 baru di angka 16.250 orang dari target sebanyak 100.000 orang.
“Memang capaian kita saat ini masih sangat rendah dan jauh dari target, tetapi kami tetap optimis target tersebut bisa tercapai dalam beberapa bulan ke depan,” kata Kadis Popar Sumbawa, Tata Kostara, kepada Suara NTB, Rabu, 10 September 2025.
Tata melanjutkan, pihaknya juga akan segera melakukan koordinasi lebih lanjut dengan stake holder terkait terutama pemilik hotel dan homestay untuk bisa memberikan data. Hal itu dianggap penting sebagai bentuk evaluasi dalam percepatan pencapaian target.
“Kami akan segera memanggil pengelola hotel dan homestay untuk bisa memberikan data tamu yang mereka miliki sebagai bahan evaluasi,” ujarnya.
Ia pun tidak menampik kendala utama selama ini untuk mengetahui tingkat kunjungan wisatawan di Sumbawa karena minimnya laporan yang disampaikan oleh pihak hotel dan homestay. Bahkan biasanya mereka selalu akan memberikan data tersebut pada akhir tahun, sehingga pihaknya kesulitan melakukan intervensi lebih lanjut.
“Sebenarnya mereka (pemilik hotel dan homestay) harus memberikan data tingkat hunian kamarnya setiap bulan, tetapi mereka rata-rata memberikan di akhir tahun sehingga kami kesulitan melakukan intervensi lebih lanjut,” ucapnya.
Kendati target di semester kedua masih sangat rendah, tetapi pihaknya tetap optimis target yang ditetapkan tercapai. Apalagi ada beberapa event nasional dan internasional yang akan dilaksanakan di Sumbawa salah satunya event sail Indonesia tanggal 15 September.
“Target itu kami anggap sangat realistis untuk bisa tercapai karena pertimbangan beberapa event pariwisata yang akan kita laksanakan nanti, ” ucapnya.
Ia pun meyakinkan, pencapaian terhadap target tersebut nantinya akan didukung oleh wisata unggulan yang sudah disiapkan sebelumnya. Seperti wisata hiu paus (whale shark) di Labuan Jambu, air terjun mata jitu di Pulau Moyo, dan paket-paket wisata yang ada di dalam kota Sumbawa.
“Saat ini kami sedang mengemas event untuk skala nasional yakni Festival Melala yang masuk dalam Kharisma Event Nasional (KEN) dan beberapa event lainnya,” ujarnya.
Begitu pun juga destinasi wisata hiu paus yang terus menggeliat dan bisa menambah pendapatan masyarakat dari penyewaaan rumah dan transportasi. Peluang inilah yang dianggap sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan.
“Pola sosialisasi dan promosi wisata ke daerah lain akan terus dilakukan untuk mengejar target tersebut di akhir tahun 2025 nanti,” pungkasnya. (ils)



