Giri Menang (Suara NTB) – Ratusan pohon di lingkungan kompleks Kantor Pemkab Lombok Barat (Lobar) ditebang untuk menjadi loasi pembangunan proyek Alun-alun dan Jogging Track. Dari data yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup (DLH) jumlah pohon yang ditebang sekitar 600 pohon, baik pohon yang kecil maupun pohon besar. Ratusan pohon ini pun akan dilelang sebagai pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala DLH Lobar, Muhammad Busyairi menyatakan batang pohon yang sudah ditebang saat ini dikumpulkan di kantor Dinas PUTR Lobar. Pohon yang sudah dipotong ini nantinya akan dilelang untuk dijual, uang hasil penjualan akan masuk menjadi KAS daerah. “Pohon yang sudah ditebang itu nanti akan dilelang, saat ini dikumpulkan di kantor dinas PUTR,” kata Busyairi, dikonfirmasi Kamis, 11 September 2025.
Sebelum dijual akan dilakukan apraisal berapa harga kayu dan harga apraisal ini nanti jadi acuan untuk menentukan harga jual kayu tersebut. ” Nanti kita apraisal untuk menentukan harganya,” ujarnya.
Terkait jumlah pohon yang ditebang, dari data yang didapat ada sekitar 600 pohon yang ditebang, 600 pohon ini kata Busyairi terhitung termasuk pohon yang kecil juga dihitung.
Penebangan pohon ini dilakukan karena akan dilaksanakan penataan kawasan kantor Bupati dengan pembangunan alun-alun dan jogging track sepanjang kawasan kantor Bupati. “Pohon ini ditebang karena akan dibangun alun-alun, nanti setelah alun-alun selesai dibangun akan dilaksanakan penanaman pohon kembali,” katanya.
Pihaknya pun siap untuk melakukan penanaman pohon kembali, setelah nanti proyek selesai dibangun, di mana ada ribuan pohon yang akan ditanam. Jenis pohon yang akan ditanam salah satunya, tabibuya. Kita akan tanam pohon yang banyak bunga dan warna warni biar seperti Jepang nanti,”paparnya.
Dikatakan olehnya, penanaman pohon akan disesuaikan dengan kawasan kantor Bupati dan alun -alun mana titik yang bisa ditanami pohon di kawasan area taman. (her)

