spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBKetua Komisi I DPRD NTB : Seleksi JPT Pemprov NTB Sudah Sesuai...

Ketua Komisi I DPRD NTB : Seleksi JPT Pemprov NTB Sudah Sesuai Prosedur

Mataram (Suara NTB) – Proses seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB dinilai telah berjalan sesuai prosedur. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Komisi I DPRD NTB, Mohammad Akri, menyusul perhatian publik terhadap kelulusan Baiq Nelly Kusumawati, yang merupakan kakak kandung Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.

Setelah digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I DPRD NTB dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Akri menegaskan bahwa proses seleksi, khususnya untuk posisi Inspektur Inspektorat NTB, telah dilakukan secara objektif dan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.

“Baiq Nelly mendapatkan nilai tinggi di atas peserta lainnya, dan itu sesuai dengan keilmuan yang dimilikinya,” ujar Mohammad Akri kepada wartawan, Jumat, 12 September 2025.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga meminta agar masyarakat maupun pihak-pihak tertentu tidak menilai proses seleksi secara subjektif, hanya karena adanya hubungan keluarga antara peserta dengan kepala daerah. “Menilai itu jangan tendensius. Tidak boleh begitu,” tegasnya.

Akri menambahkan, pihak yang mempersoalkan hasil seleksi cenderung melihat dari kejauhan dan tidak memahami secara mendalam mekanisme seleksi yang dilakukan oleh pansel. “Mereka hanya melihat dari jauh, bukan dari dekat atau bertanya langsung. Padahal sudah disediakan ruang-ruang khusus oleh BKD untuk klarifikasi sesuai juklak, juknis, dan SOP yang berlaku,” tambahnya.

Lebih lanjut, Akri menekankan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan profesional. Menurutnya, standar penilaian sudah ditetapkan dan dijalankan oleh panitia seleksi yang independen. “Tim pansel sudah bekerja dengan baik berdasarkan standar keilmuan. Baiq Nelly lolos karena memiliki nilai bagus. Kita harus apresiasi open bidding eselon II ini,” katanya.

Akri juga mengkritik sikap subjektif dari sebagian pihak yang hanya fokus pada hubungan kekeluargaan tanpa melihat proses dan hasil secara menyeluruh. “Kebetulan saja yang lolos ini adalah kakak kandung Gubernur, lalu langsung muncul penilaian negatif. Ini kan tidak adil,” tutupnya. (ndi)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO