spot_img
Minggu, Februari 15, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATRatusan Ton Jagung Petani KSB Diduga Belum Dibayar Bulog

Ratusan Ton Jagung Petani KSB Diduga Belum Dibayar Bulog

Taliwang (Suara NTB) – Sekitar 142 ton jagung milik petani Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang diserap oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) diduga hingga kini belum juga dibayar.

Sekretaris Komisi II DPRD KSB, Iwan Irawan Marhalim menyatakan, laporan para petani mengenai hal tersebut telah pihaknya terima dari sebulan lalu. Bahkan laporan tersebut telah dikomunikasikan hingga ke Kanwil Bulog NTB. Namun tindaklanjut penyelesaiannya tetap nihil. “Saat ke Kanwil (Bulog NTB) kata mereka, iya akan segera kita selesaikan. Tapi apa hasilnya? tidak ada progres sampai hari ini,” cetusnya, Jumat, 12 September 2025 pekan lalu.

Berdasarkan laporan yang diterima dari para petani, Iwan mengatakan, ratusan ton jagung yang belum dibayar Bulog itu adalah akumulasi dari proses penyerapan sejak awal musim panen tahun 2025 ini. “Ada sekitar 82 ton di bulan Mei sisanya dari proses panen di bulan Agustus. Dan kalau tidak salah ada 21 petani yang punya jagung belum dibayar itu,” ungkapnya.

Ia pun mendesak kepada Bulog agar tidak menunda-nunda pembayaran jagung petani yang telah diserap tersebut. Apapun alasannya, kata politisi PAN ini, Bulog harus bertanggung jawab karena penyerapan jagung petani adalah tugas mereka.

“Kami mendengar memang ada alasan Bulog (Sumbawa), bahwa jagung yang belum dibayar itu tidak terdata mereka. Tapi masak petani bohong, mereka jual jagungnya ke siapa?” tegas Iwan seraya mengungkap jika Kanwil Bulog NTB pada dasarnya siap membayarkan jagung petani tersebut. “Saya ada komunikasi lewat WA dengan orang Kanwil. Terakhir sekitar empat atau lima hari lalu. Mereka bilang pasti dibayar,” sambungnya.

Terpisah, Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Sumbawa, Zuhri Hanafi yang dikonfirmasi oleh media melalui pesan WhatsApp (WA) menyampaikan, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu mengenai informasi tersebut. “Karena untuk menanggapi harus lengkap dulu datanya,” katanya menanggapi permintaan konfirmasi media.

Ia menyatakan, setiap jagung yang diserap Bulog sesuai aturan, sepengetahuan dirinya telah dibayarkan seluruhnya. “Karena kalau yang diserap Bulog sesuai aturan tidak ada yang belum dibayarkan sepengetahuan saya,” sambungnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, setiap jagung yang diserap Bulog sesuai mekanisme dan dinyatakan masuk (memenuhi syarat) dan ditagih pembayarannya. Zuhri memastikan pasti akan dibayar oleh Bulog. “Dan setelah diterima dan dibayar baru jadi stok pemerintah. Jadi semua ada mekanismenya,” terang Zuhri. (bug)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO