Bima (Suara NTB) – Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, menyinggung pentingnya penguatan dukungan anggaran bencana dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Hal ini disampaikan saat audiensi bersama para korban banjir di Desa Nanga Wera, Kecamatan Wera, beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Wabup mengisyaratkan perlunya alokasi dana yang tak hanya fokus pada bantuan logistik. Namun juga mencakup santunan langsung bagi korban yang kehilangan rumah atau terdampak berat.
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Isyra, menyebut bahwa selama ini Pemkab Bima sudah mengalokasikan dana bencana. Hanya saja, bantuan yang disalurkan oleh BPBD dan Dinas Sosial terbatas pada logistik tanggap darurat.
“Logistik tanggap darurat kami bantu, karena anggarannya dari pemerintah daerah. Tetap kami bantu setiap ada bencana seperti kebakaran rumah, banjir, bersama Dinas Sosial,” ujarnya kepada Suara NTB, Minggu (14/9/2025).
Isyra menduga, dana santunan yang dimaksud oleh Wakil Bupati kemungkinan adalah dana bantuan sosial yang dikelola oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Bima.
“Di Kesra ada dana santunan. Itu mungkin yang dimaksud oleh Pak Wakil Bupati kemarin,” jelasnya.
Upaya konfirmasi lebih lanjut kepada Bagian Kesra Setda Kabupaten Bima telah dilakukan Suara NTB. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons yang diterima melalui sambungan telepon.
Isyra menambahkan, bantuan dari BPBD mencakup dua jenis, yakni logistik dan peralatan. Jenis bantuannya disesuaikan dengan kondisi korban di lapangan.
“Ada logistik dan peralatan. Kalau logistiknya itu makanan siap saji, makanan ringan, air minum. Kalau peralatannya tergantung kebutuhan, seperti terpal, alat memasak, sampai bumbu-bumbunya,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Tajuddin, juga menyampaikan hal serupa. Ia menegaskan bahwa Dinas Sosial tidak menangani bantuan dalam bentuk uang tunai. “Kalau terkait dengan bantuan uang ada di bagian Kesra. Dinas Sosial hanya berupa logistik darurat saja,” ujarnya, Sabtu (13/9/2025).
Ia memastikan bantuan logistik dari Dinsos menjangkau seluruh jenis bencana di wilayah Kabupaten Bima.“Semua jenis bencana kami tangani. Bantuan logistik tetap kami berikan,” tegasnya.
Wacana perluasan jenis bantuan bencana melalui APBD 2026 dinilai sebagai langkah strategis. Dengan anggaran yang lebih terencana dan terpadu, bantuan kepada korban bencana bisa lebih merata, tidak hanya logistik, tetapi juga bentuk santunan dan dukungan pemulihan lainnya.
Langkah ini juga menjadi respons atas meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan kebakaran yang kerap melanda wilayah Kabupaten Bima dalam beberapa tahun terakhir. (hir)



