Dompu (Suara NTB) – Wilayah Kabupaten Dompu mengalami mendung dan hujan ringan hingga sedang. Kondisi ini disebut sebagai variabilitas cuaca akibat aktivitas gelombang atmosfer seperti gelombang rosby dan equatorial low.
Kendati demikian, BMKG melalui saluran stasiun Sultan Muhammad Salahuddin Bima dalam peringatan dininya, Senin, 15 September 2025 menyebut, potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kabupaten Sumbawa dan Bima. Kondisi ini dapat meluas ke wilayah Kabupaten Dompu, Sumbawa Barat dan Kota Bima.
“Meski masih dalam kondisi musim kemarau, namun seminggu ini terdapat beberapa aktivitas gelombang atmosfer seperti gelombang rosby dan aquatorial low. Aktivitas gelombang tersebut mempengaruhi pembentukan cuaca di Bima dan Dompu seperti mendukung pembentukan awan dan meningkatkan potensi terjadinya hujan,” sebut sumber BMKG Bima, Senin kemarin.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Nurhidayah, S.ST., secara terpisah mengatakan, wilayah Kabupaten Dompu sudah ditetapkan siaga kekeringan sejak 23 Juli 2025. Kendati siaga kekeringan, belum sampai berdampak pada tanaman pertanian. “Alhamdulillah sejauh ini, ketersediaan air irigasi di waduh dan DI masih bisa mengairi lahan sawah irigasi,” kata Nurhidayah.
Bahkan di beberapa watasan sawah irigasi, kembali bercocok tanam untuk komoditi padi pada tanaman kedua dan ketiga. “Apalagi belakangan ini, ada hujan. Walaupun tidak lebat dan sampai mengalirkan air ke Sungai dan waduk. Paling tidak membasahi lahan yang ada,” katanya.
Kendati demikian, Nurhidayah mengingatkan petani untuk tetap mengingatkan petani selalu waspada. Ketika menanam padi, harus dipilih varietas tahan kekeringan. “Karena memang saat ini masih musim kemarau,” jelasnya. (ula)


