Sumbawa Besar (Suara NTB) – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumbawa memastikan pembayaran jagung yang diserap dari sejumlah petani yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat tetap dilakukan meski secara bertahap.
“Saat ini kita masih dalam status pengecekan dan penimbangan terhadap jagung tersebut untuk kemudian kita masukan ke gudang termasuk pembayaran,” kata pimpinan Cabang Bulog Sumbawa, Zuhri Hanafi, kepada Suara NTB, Senin, 15 September 2025.
Ia melanjutkan, jagung tersebut belum masuk ke gudang, baru di lantai jemur. Karena itu, belum bisa dilakukan pembayaran. Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan pembayaran setelah dilakukan pengecekan terhadap kualitasnya dan berat barangnya.
“Pasti akan kita bayar, setelah jagung tersebut kita cek dan kita periksa untuk kita masukkan ke gudang, baru kita akan lakukan proses pembayarannya,” ujarnya.
Zuhri menyebutkan, berdasarkan data ada sekitar 53 ton jagung yang sudah dibeli dari masyarakat dengan nilai Rp6.400 per kilogram. Dari jumlah tersebut total anggaran yang disiapkan oleh Bulog sebesar Rp339.200.000.
“Lagi proses pengecekan kualitas dan penimbangan serta pemasukan ke gudang bulog baru dilakukan proses pembayaran atas jagung yang diserap dari masyarakat,” tambahnya.
Ia menyatakan, setiap jagung yang diserap Bulog sesuai mekanisme dan dinyatakan masuk (memenuhi syarat) pasti akan dibayar oleh Bulog. “Pasti akan tetap kita bayar sesuai dengan hasil pengecekan dan penimbangan atas jagung tersebut,” terang Zuhri. (ils)


