Mataram (suarantb.com) – Kiper asal Lombok, Emilio Audero Mulyadi atau Emil Audero seperti tembok kokoh di depan gawang kala Cremonese berhadapan dengan Hellas Verona, Senin (15/9) malam.
Meski datang sebagai tamu, Cremonese tetap berharap menang atau setidaknya imbang untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan di Serie-A 2025/2026.
Kendati demikian, pada pertandingan di kandang lawan itu, Cremonese dihajar habis-habisan. Beberapa kali, pemain belakang Cremonese tak mampu membendung serangan penyerang Verona.
Tercatat, sembilan kali Verona menciptakan peluang emas dan mengecoh pertahanan Cremonese sepanjang pertandingan.
Namun, Emil Audero berhasil menjadi pemain terakhir Cremonese yang menggagalkan peluang tersebut. Dengan catatan gemilang itu, Emil menambah daftar panjang permainan apiknya sebagai penjaga gawang.
Selain membawa tim dari kekalahan, performa apik Emil juga membuat timnya mengulangi rekor Sampdoria pada 2012/2023 sebagai tim promosi yang tak tersentuh kekalahan usai melewati tiga pekan awal.
Dengan koleksi tujuh poin, Cremonese saat ini berada di posisi ketiga klasemen Serie-A 2025/2026. Cremonese hanya terpaut dua angka dari dua tim raksasa Italia yaitu Napoli dan Juventus.
Dari Como FC Hijrah ke Cremonese
Emil Audero bergabung ke Cremonese dengan status pinjaman dari Como FC, klub yang ia bela selama satu musim penuh 2024/2025, dengan opsi pembelian permanen.
Kiper andalan Timnas Indonesia ini merupakan anak dari pasangan beda negara yakni Edy Mulyadi, ayah dan Antonella Audero, ibu.
Edy Mulyadi merupakan putra asli daerah NTB. Lebih tepatnya, ia berasal dari Praya, Lombok Tengah, NTB, Indonesia. Sementara Antonella Audero merupakan seorang berkebangsaan Italia.
Meskipun Emil Audero besar di Italia dan mulai meniti karir sepakbolanya di sana, ia memiliki semangat cinta terhadap tanah air ayahnya yakni Indonesia.
Di Italia, Emil Audero pernah memperkuat klub-klub ternama seperti, Juventus, Venezia, Sampdoria, Inter Milan hingga Como FC. (sib)



