spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaNTBTutupi Kekurangan Laptop, SMAN 11 Mataram Bakal Pinjam ke Sekolah Lain

Tutupi Kekurangan Laptop, SMAN 11 Mataram Bakal Pinjam ke Sekolah Lain

Mataram (Suara NTB) –  Sejumlah sekolah di Mataram mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2025 jenjang SMA sejak pendaftaran dibuka pada Minggu, 24 Agustus 2025 dan berakhir Minggu (5/9/2025). Namun, terdapat sejumlah sekolah yang kekurangan fasilitas pendukung tes tersebut, misalnya, laptop atau komputer.

Salah satu sekolah tersebut adalah SMAN 11 Mataram. Sekolah yang berada di Pejanggik, Kota Mataram itu kekurangan komputer untuk melaksanakan TKA November mendatang.

Kepala SMAN 11 Mataram, Arofiq di Mataram mengatakan, pihaknya masih mengupayakan pengadaan perangkat penunjang tersebut dengan cara meminjam ke sekolah lain. “SMKN 3 Mataram kemudian SMAN 1 Mataram itu punya banyak tab dan mudah-mudahan bisa dipinjam di saat itu,” katanya.

Ia mengaku, pihaknya saat ini hanya mempunyai 20 perangkat elektronik untuk pelaksanaan TKA dengan rincian 15 Chromebook dan sisanya merupakan komputer. Jumlah perangkat penunjang tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan pelaksanaan TKA di SMAN 11 Mataram lantaran siswa kelas XII berjumlah 60 orang.

Selain dengan meminjam di sekolah lain, Arofiq juga akan mengupayakan pengadaan perangkat elektronik dengan meminta siswa menggunakan laptop sendiri bagi yang punya. “Kami belum menginventarisir apakah ada anak-anak yang bisa bawa laptop sendiri,” ujarnya.

Selain persiapan perangkat teknis, SMAN 11 Mataram juga telah gencar menyosialisasikan pelaksanaan TKA ini ke siswa-siswinya. Langkah tersebut dilakukan demi memastikan peserta didik memahami pentingnya TKA serta manfaatnya bagi mereka.

Menurut Arofiq, hasil TKA secara praktis dapat membantu siswa yang ingin melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Sebab, Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) merupakan salah satu indicator penilaian bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar kuliah lewat jalur SNBP.  “Intinya adalah apabila siswa itu ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi maka harus ikut TKA,” tegasnya.

Bahkan, kata Arofiq, sejumlah siswanya yang tidak berniat melanjutkan studi ke perguruan tinggi, pihaknya akan tetap menyarankan mereka untuk ikut TKA. “Karena, memang dia tidak melanjutkan, tapi bisa jadi ketika nanti ada rekrutmen untuk menjadi pegawai siapa tahu ditanyakan itu (sertifikat hasil) TKA,” terangnya. (sib)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO