Mataram (Suara NTB) – Badan Azmil Zakat Nasional (Baznas) NTB mengalokasikan bantuan untuk program perumahan. Tahun ini, tercatat sebanyak 300 rumah yang akan mendapat bantuan. Dari jumlah tersebut, 200 rumah dibagi secara merata untuk setiap kabupaten/kota, sementara sisanya akan disesuaikan.
Wakil Gubernur NTB, Hj.Indah Dhamayanti Putri mengatakan, sisa 100 rumah akan menyesuaikan permintaan dari organisasi dan bantuan kepada rumah yang rusak akibat bencana alam.
“Sisanya disesuaikan dengan sejumlah usulan dari berbagai organisasi dan dukungan untuk beberapa bencana yang tidak tercover nanti dibantu oleh Baznas,” ujarnya, Selasa, 16 September 2025.
Ketua Baznas NTB, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, program rumah layak huni menjadi salah satu fokus utama di 100 hari pertama kerja Baznas NTB. Tahun ini, Baznas menargetkan 300 unit rumah yang dibagikan ke seluruh kabupaten/kota. Dengan alokasi anggaran untuk satu rumah berkisar Rp25 juta.
“Rumah layak huni itu per unit senilai Rp25 juta, dengan asumsi Rp5 juta untuk tukang dan Rp20 juta untuk bahan bangunan,” katanya.
Mekanisme bantuan dilakukan berdasarkan data yang masuk dari kabupaten/kota maupun usulan masyarakat, kemudian diverifikasi langsung di lapangan oleh Baznas. Verifikasi dijadwalkan rampung akhir September, dan pelaksanaan program ditargetkan mulai Oktober.
“Kemarin di Gerung sudah kita turun ke lapangan dan atensi, kita berikan bantuan rumah layak huni. Selama data-data itu masuk kepada kita, kita langsung turun ke lapangan,” katanya.
Selain rumah layak huni, Baznas juga menyalurkan bantuan berupa gerobak usaha dan program pemberdayaan lainnya. Beberapa program prioritas yang berjalan saat ini antara lain ketahanan pangan, ternak, serta program Zet Auto dan Zet Kopi yang merupakan sinergi dengan Baznas RI.
Di samping itu, selama 100 hari kerja, Baznas berhasil menghimpun dana sebesar Rp18 miliar. Dana itulah yang dialokasikan untuk berbagai program prioritas, mulai dari bantuan rumah layak huni hingga pemberdayaan usaha masyarakat.
“Jadi kita selama tiga bulan ini sudah mengumpulkan 18 miliar, yaitu dibepergunakan pertama untuk rumah layak huni, gerobak usaha, dan program2 prioritas yang kami sebutkan tadi,” pungkasnya. (era)



