spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSKepsek MTsN 2 Empang Akui Gejala Diduga Keracunan MBG Terjadi Sejak Selasa

Kepsek MTsN 2 Empang Akui Gejala Diduga Keracunan MBG Terjadi Sejak Selasa

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Kepala Sekolah (Kepsek) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Empang, Winadi Al Bayani mengaku, gejala diduga keracunan sudah mulai dirasakan siswa usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (16/9/2025).

“Gejalanya sudah sejak kemarin seperti muntah, mual, dan diare yang diduga mengarah ke keracunan usai memakan makanan dari dapur SPPG setempat. Bahkan hari ini ada yang tidak masuk sekolah,” kata Winadi kepada wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (17/9/2025).

Winadi melanjutkan, berdasarkan data ada sekitar 90 orang siswanya yang diduga keracunan makanan. Dari jumlah tersebut 70 di antaranya dirawat di Puskesmas Empang dan 20 siswa lainnya di Puskesmas Tarano.

“Kondisi saat ini sudah ada beberapa orang siswa yang sudah diperbolehkan pulang dan lainnya masih dilakukan perawatan secara intensif di Puskesmas,” ujarnya.

Berdasarkan laporan dari orang tua siswa gejala awal yang mengarah ke dugaan keracunan sudah mulai dirasakan sejak hari Selasa. Bahkan ada beberapa siswa yang hari ini tidak masuk sekolah karena sakit yang mengarah ke dugaan keracunan makanan.

“Kalau untuk hari ini, kami belum konsumsi, siswa kami yang dirawat saat ini setelah memakan makanan yang kemarin (Selasa). Kondisi saat ini korban sudah berangsur pulih,” tukasnya.

Puluhan Siswa Keracunan

Puluhan siswa tingkat MTs dan SMA sederajat di Kecamatan Empang diduga keracunan setelah sempat mengonsumsi makanan yang disalurkan oleh SPPG setempat untuk program MBG.

“Memang benar ada kejadian tersebut, keracunannya di sekolahan gara-gara makanan MBG yang dimakan pembagian kemarin, Selasa (16/9/2025),” kata Kapolsek Empang, AKP Nakmin kepada wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (17/9/2025).

Hasil pengecekan lapangan, lanjut Nakmin, tercatat ada sekitar 30 orang siswa yang diduga mengalami keracunan dengan gejala awal mual dan muntah-muntah. Dari 2.900 siswa penerima manfaat program tersebut ada sekitar 30 siswa yang diduga mengalami keracunan.

“Dari 19 sekolah dengan jumlah penerima 2.900 siswa tersebut 30 siswa di antaranya diduga mengalami keracunan setelah pada hari Selasa memakan makanan tersebut,” ujarnya.

Siswa-siswa tersebut saat ini sudah dibawa ke Puskesmas untuk menjalani perawatan secara intensif. Bahkan ada siswa masih diinfus dan ada juga yang sudah diperbolehkan pulang setelah sempat menjalani perawatan.

“Jadi saat ini ada yang dirawat di Puskesmas Empang dan Tarano, sementara yang lainnya sudah pulang ke rumah masing-masing,” jelasnya.

Nakmin tidak menampik, usia kejadian tersebut ada beberapa orang tua yang menolak anaknya diberikan makanan dari dapur MBG. Namun secara keseluruhan kondisi keamanan di wilayah Empang berjalan kondusif.

“Ada masyarakat yang ragu-ragu untuk menerima makanan MBG tersebut, tetapi secara keseluruhan kondisi keamanan di wilayah Empang masih kondusif. Kami sudah bertemu dengan pihak pengelola bersama dengan unsur musfika lainnya. Kami juga akan melakukan uji laboratorium atas makanan tersebut,” timpalnya. (ils)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO