Bima (Suara NTB) – Kantor Polres Bima Kota dan Kabupaten masih dipadati warga hingga Selasa (16/9/2025). Hal ini sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Mereka adalah calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang sedang melengkapi syarat pemberkasan, salah satunya Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Pantauan Suara NTB, antrean yang cukup panjang masih terlihat di ruang pelayanan SKCK Polres Bima Kota. Sejak pagi, ratusan calon PPPK datang bergantian untuk mengurus dokumen wajib sebelum penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan penandatanganan kontrak. Situasi ini membuat pelayanan kepolisian meningkat tajam dibanding hari biasa.
Lonjakan antrean terjadi karena ribuan calon PPPK paruh waktu dinyatakan lulus. Di Kota Bima terdapat 2.637 orang, sedangkan di Kabupaten Bima sebanyak 14.077 orang. Untuk mengantisipasi penumpukan, pelayanan SKCK dialihkan dari Polres ke Polsek di masing-masing kecamatan.
Kasat Intel Polres Bima Kota, Iptu Haerul Nurrahman, menjelaskan pelayanan SKCK kini dibuka di jajaran Polsek. “Sesuai dengan perintah pimpinan, serta memudahkan masyarakat maka kami membuka pelayanan pada tingkat jajaran Polsek,” terangnya, Selasa (16/9/2025).
Ia menyebut sejauh ini ribuan SKCK sudah diterbitkan. “Berdasarkan penerbitan kami sudah menerbitkan 1.500 SKCK untuk tahap awal,” jelasnya.
Menurutnya, jumlah pemohon mencapai lebih dari 7 ribu orang. Sekitar 2 ribu dari Kota Bima, dan 5 ribu lebih dari Kabupaten Bima. “Jadi kebijakan pimpinan kami di Polres Bima Kota untuk pelayanan ini kami sebar luaskan di jajaran Polsek. Jadi pelayanan ini sebagai antisipasi terjadinya kerumunan dan sekaligus memudahkan masyarakat,” bebernya.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak panik. “Kami sudah melakukan hal sama dan lebih banyak daripada ini. Kami perkirakan pelayanan SKCK akan lebih cepat karena adanya pelayanan di Polsek,” tegasnya.
Salah seorang peserta asal Kecamatan Rasanae Barat, Irma, mengaku awalnya datang ke Polres Bima Kota. “Saya sama teman-teman saya dari Polres Kota, tapi berhubung kita sudah daftar online. Hari ini Polres Kota hanya melayani sisa yang kemarin Senin. Jadi kita diarahkan ke Polsek Rasanae Barat,” ujarnya.
Irma mengaku tetap harus antre meski sudah diarahkan ke Polsek. Namun ia tidak keberatan. “Ini kesempatan yang sudah lama saya tunggu. Jadi meski capek, saya tetap semangat karena ini bagian dari proses menjadi ASN,” ungkapnya.
Pantauan Suara NTB di Polres Bima Kabupaten menunjukkan antrean tidak terlalu banyak. Salah seorang warga asal Kecamatan Palibelo, Dariami, menuturkan memang diarahkan ke Polsek, tetapi sesampainya di sana, diarahkan kembali ke Polres.
“Sudah ke Polsek Palibelo, tapi malah diarahkan ke Polres. Jadi tadi pagi ke sana. Rata-rata hanya masukkan bahan, makanya gak terlalu banyak antre. Yang antre itu mereka yang tinggal ambil, udah masukkan bahan kemarin. Kami yang masukkan bahan hari ini disuruh ambil besok Rabu,” jelasnya.
Sementara itu, antrean panjang terlihat di Polsek Woha. Warga terus memadati pelayanan hingga siang hari. Rahma, warga asal Desa Keli, Kecamatan Woha, mengaku sudah datang sejak pagi. “Dari pukull 8 udah sampai sini, biar cepat selesai, tapi ternyata sampai siang belum jadi juga,” tuturnya.
Meski begitu ia tidak keberatan. “Gak apa-apa sebenarnya, saya juga datang ramai-ramai sama teman-teman yang lain,” ujarnya.
Ramainya pengurusan SKCK ini mencerminkan antusiasme masyarakat yang berhasil lolos seleksi. Pemerintah daerah berharap seluruh proses administrasi berjalan lancar sehingga ribuan calon PPPK paruh waktu bisa segera terbit Nomor Induk Pegawai (NIP). (hir)



