spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWASumbawa Butuh Anggaran Rp105 Juta Tangani Masalah Kekeringan

Sumbawa Butuh Anggaran Rp105 Juta Tangani Masalah Kekeringan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa mengaku membutuhkan anggaran sekitar Rp105 juta dalam upaya penanganan status tanggap darurat kekeringan selama 37 hari di 12 kecamatan.

“Kebutuhan anggaran tersebut sudah kami usulkan ke pemerintah daerah, provinsi, dan pusat dengan harapan bisa segera direalisasikan untuk mulai kita distribusikan air bersih,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa, Muhammad Nurhidayat kepada Suara NTB, Selasa, 16 September 2025.

Dayat melanjutkan, berdasarkan data yang sudah masuk saat ini ada sekitar 12 kecamatan dengan 29 desa serta 73 dusun. Sementara untuk jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak mencapai 8.723 atau sebanyak 34.807 jiwa.

“Data-data tersebut sudah kita tetapkan dalam SK tanggap darurat kekeringan tinggal menunggu anggarannya untuk pendistribusian air bersihnya,” ucapnya.

Ia pun tidak menampik, sampai saat ini pihaknya belum melakukan pendistribusian air bersih ke masyarakat meski statusnya tanggap darurat. Hal tersebut terjadi lantaran anggaran yang dibutuhkan belum tersedia termasuk yang bersumber dari APBD Kabupaten.

“Kami masih belum lakukan pendistribusian air bersih karena usulan anggaran kita masih berproses. Kami juga masih terus melakukan kordinasi lebih lanjut dengan harapan usulan anggarannya bisa disetujui,” ujarnya.

Disinggung terkait lokasi kekeringan terparah, Dayat menyebutkan kecamatan Lape menjadi lokasi yang sangat parah. Karena hampir semua desa terdampak kekeringan bahkan air yang ada di sumur masyarakat tidak bisa dimanfaatkan.

“Lape yang paling parah kekeringannya, karena tidak ada sumber air yang bisa dimanfaatkan. Kalaupun ada sumur warga yang ada airnya tetapi sangat tidak layak konsumsi,” tambahnya.

Dia pun meyakinkan, siklus musim kemarau ini hampir terjadi setiap tahun dan pola antisipasi juga sudah disiapkan oleh pemerintah. Hanya saja untuk sementara ini pihaknya baru sebatas mendata untuk pendistribusian air bersih karena anggarannya belum tersedia.

“Memang sudah ada 29 desa yang sudah meminta distribusi air bersih, kami juga masih terus melakukan pemantauan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” tukasnya. (ils)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO