spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATBupati Lobar Sidak Ketersediaan Elpiji 3 Kg ke SPPBE

Bupati Lobar Sidak Ketersediaan Elpiji 3 Kg ke SPPBE

Giri Menang (Suara NTB) – Merespon keluhan masyarakat soal elpiji subsidi tiga kilogram yang harganya melambung tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan kelangkaan di pasaran beberapa waktu terakhir, Bupati Lombok Barat (Lobar) H Lalu Ahmad Zaini turun sidak ke sejumlah agen dan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), Kamis, 18 September 2025.

Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Lalu Agha Faraby, Bupati Lobar mendatangi agen di Gerung dan SPPBE Kuripan untuk menanyakan langsung stok dan pendistribusian. “Kita memastikan stok gas itu normal, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujarnya.

Pihak SPPBE dan agen memastikan kepada Bupati Lobar jika stok gas subsidi itu tetap aman. Terlebih pendistribusian dari Pertamina menuju SPPBE terus turun ke agen hingga pangkalan tetap berlangsung setiap hari.

“Cuma kemungkinan kepanikan masyarakat di bulan Maulid dikira langka, terus yang biasanya stok satu atau dua, jadinya stok empat itu yang terjadi,” ujarnya.

SPPBE di Lobar ternyata tidak hanya melayani kebutuhan agen di Lobar saja. Namun juga beberapa agen yang ada di Mataram, Lombok Tengah hingga Lombok Timur. “Karena dari 9 agen di Lobar hanya 3 yang dilayani,” ungkap LAZ.

Meski sudah memastikan kondisi gas itu aman, Bupati tetap meminta Disperindag melakukan pengawasan hingga menyiapkan big data kebutuhan gas di masyarakat, sehingga ketika menjelang hari besar keagamaan, langkah atisipasi dengan pengusulan penambahan kuota bisa langsung dilakukan. “Jadi setiap bulan maulid itu berapa sih peningkatan pemakaian gas. Sehingga ini menjadi antisipasi ke depan begitu mau masuk(hari besar ke agamanaan) kita bisa minta di Pertamina (tambahan kuota),” jelasnya.

Ia menegaskan peran pemerintah daerah memastikan pendistribusian gas ke masyarakat tetap aman dan tidak ada pengurangan. Pihaknya menduga adanya kelangkaan hingga tingginya harga gas di pasaran melebihi HET terjadi di tingkat pengecer. “Gas (subsidi) ini kan sudah dikendalikan pemerintah termasuk harga di pengecer. Cuma begitu kepanikan di tengah masyarakat yang diisukan terjadi kelangkaan, mereka (pengecer) beli lebih  sehingga moment itu yang dipakai untuk menaikkan harga,” ungkapnya.

Disinggung terkait usulan penambahan kuota elpiji subsidi untuk Lobar, Bupati mengatakan usulan itu sudah diajukan oleh pemerintah provinsi untuk menyeluruh kabupaten/kota di NTB. “Pemerintah provinsi sudah mengantisipasi itu, karena musim Maulid ini kebutuhan kita meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Lobar, Lalu Agha Farabi mengaku dari hasil sempling pemantauan di beberapa agen dipastikan stok gas aman.  Bahkan di pangkalan akan ada penambahan sekitar 1 truk gas.“Yang kemarin mereka terima 2 truk, sekarang mau tiga truk,” ungkapnya.

Pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina. Meski diakuinya permintaan pihaknya terkait data kuota gas untuk Lobar belum diberikan Pertamina. Namun pihak Pertamina sudah menjawab permintaan penambahan kuota yang diajukan Pemerintah Provinsi NTB.

“Kita sih berharap akan ada tambahan lagi kuota, karena provinsi sudah bersurat awal bulan September ini. Dan katanya sudah ada respons dari pertamina,” jelasnya.

Terpisah, Maneger SPPBE Kuripan, Lalu Ranu memastikan stok gas yang diterima pihaknya dari Pertamina setiap harinya tetap aman. Sehari pihaknya menerima mencapai kapasitas sekitar 10 ribu tabung. Pihaknya sudah mengajukan penambahan dua kali lipat karena tingginya permintaan dari masyarakat.“Kita menyalurkan untuk 9 agen, di antaranya 3 agen di Lombok Barat, sisanya ada dari Lombok Tengah, Lombok Timur dan Kota Mataram,” ujarnya. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO