spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATGerakkan Perekonomian Warga , Desa Golong Haruskan MBG Serap Tenaga Kerja dan Produk...

Gerakkan Perekonomian Warga , Desa Golong Haruskan MBG Serap Tenaga Kerja dan Produk Lokal

Giri Menang (Suara NTB) – Sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sedang disiapkan di Desa Golong Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar). Pemdes setempat pun pro aktif berkomunikasi dengan pihak penyedia dalam hal ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan program ini segera berjalan di desa setempat.

Pihak desa juga mengharuskan MBG menyerap tenaga kerja dan produk lokal sesuai arahan Bupati, agar MBG ini tidak saja memenuhi gizi anak namun bisa berdampak menggerakkan perekonomian warga lokal. Kades Golong HM Zainudin,SE., yang dikonfirmasi kemarin menerangkan bahwa di wilayah Narmada ada sekitar belasan dapur MBG, tiga diantaranya di Desa Golong.

“Di Golong tiga dapur MBG, di Tanak Maik satu, yang sudah jalan di Golong, tapi wilayahnya kan ke Desa Keru, ditambah ada satu dapur lagi di Golong,”kata dia.

Saat ini dapur MBG ini tengah dalam proses penyiapan. Tinggal menunggu kiriman peralatan dapur, seperti Kulkas, Freezer, Streamer, Kompor Gas, dan lainnya. Jika berjalan sesuai harapan, rencananya dapur MBG ini segera dilaunching.

Dikatakan, tiga dapur MBG ini untuk mencakup pelayanan MBG bagi dua desa, yakni Golong dan Presak. Sebab sesuai ketentuan, jaraknya maksimal 6 kilometer dengan dapur, namun jarak di desa itu hanya 2,5 Kilometer sehingga dinilai layak dan memenuhi syarat. Lebih lanjut, soal penekanan Bupati agar program MBG ini memberdayakan warga dan produk lokal. Pihaknya pun intens berkomunikasi dengan pihak penyedia, dimana pihaknya telah mendaftar warga yang nantinya bisa bekerja di sana.

“Sudah kami data dan prioritaskan warga kami, dan Presak juga masuk,”imbuhnya. Satu dapur, sebut dia, membutuhkan pekerja 50 orang. Jika dihitung tiga dapur itu maka dibutuhkan 150 pekerja. Selain pekerja, Pihaknya mendorong agar MBG ini menyerap produk lokal. “Misalnya, beras, daging, bulan, telur, sayur dan lainnya, itu kami minta kedepan diambil dari warga kita,”ujarnya.

Pihaknya pun terus mendorong warganya untuk menyiapkan bahan baku MBG ini. Sebab diakui saat ini belum bisa memenuhi semua, sehingga dipenuhi sebagian dari luar sementara waktu. Sedangan untuk bahan baku yang tersedia seperti beras, diambil dari warga sekitar. Sehari kata dia, dibutuhkan 2-4 kwintal beras. Pihaknya juga sedang menyiapkan bagiamana Kopdes merah putih ini bisa menyiapkan bahan baku MBG ini dengan mengambil atau membeli hasil bahan warga.

“Rencana kita kerjasama dengan Kopdes, menyiapkan bahan baku diambil dari warga kita,”katanya. Melihat dampaknya bagi anak-anak dan Ekomoni warga yang membutuhkan program ini, Pihaknya pun berupaya mempercepat MBG ini. Karena banyak juga warga yang bertanya, kapan MBG dilaksanakan di desanya. “Kapan kita mulai MBG, itu kata warga kita menanyakan,”sambungnya. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO