Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) berhasil mengentaskan sebanyak 13 ribu jiwa warga miskin dalam setahun terakhir. Sukses tersebut menjadikan Loteng sebagai daerah dengan penurunan angka kemiskinan tertinggi di NTB pada tahun ini, yakni sebesar 1,39 persen. Sekaligus mengerek Loteng masuk tiga besar daerah dengan persentase angka kemiskinan terendah di NTB, setelah Kota Mataram dan Kota Bima.
Sesuai rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Loteng angka kemiskinan Loteng tahun ini tercatat sebesar 10,68 persen atau 109 ribu lebih. Turun 1,39 persen dari tahun 2024 lalu yangĀ berapa pada posisi 12,07 persen.
“Loteng menjadi daerah dengan angka penurunan kemiskinan paling progresif di NTB,” sebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Loteng Drs. Sapoan, dalam keterangan pers di kantor Bupati Loteng, Jumat, 19 September 2025.
Ia mengatakan penurunan angka kemiskinan di Loteng tahun ini tercatat menjadi dalam satu yang tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Hal ini menunjukkan kalau program-program pemerintah yang telah dilaksanakan dalam setahun terakhir cukup memberi dampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan di daerah ini.
āKita mencatat penurunan angka kemiskinan tahun ini merupakan salah satu yang tertinggi dalam delapan tahun terakhir,ā ujarnya. Yang secara tidak langsung juga turun memberikan kontribusi dalam penurunan angka kemiskinan di NTB.
Pasalnya, dengan jumlah penduduk sebanyak 1 juta lebih penurunan sebesar itu cukup memberi dampak pada penurunan kemiskinan secara umum di NTB. Karena memang Loteng menjadi salah satu daerah yang menjadi barometer dalam penurunan angka kemiskinan. Selain Kabupaten Lombok Timur (Lotim) serta Kabupaten Lombok Barat (Lobar).
Lebih lanjut Sapoan mengatakan, beberapa indikator kemiskinan di Loteng juga mengalami perbaikan. Misal, kedalaman kemiskinan turun 0,05 persen. Dari 1,56 persen di tahun 2024 lalu menjadi 1,51 persen pada tahun ini. Kemudian garis kemiskinan juga meningkat dari Rp 549.400 per kapita per bulan menjadi Rp 568.910 per kapita per bulan.
Artinya, tingkat kesejahteraan masyarakat di Loteng membaik. āTapi meski mengalami penurunan angka kemiskinan cukup signifikan bukan berarti tugas sudah selesai. Masih banyak aspek yang perlu untuk terus dibenahi. Dan itu semua butuh kolaborasi semua pihak. Karena yang namanya kemiskinan itu satu persolan kompleks yang harus ditangani secara keroyokan,ā tandasnya.
Di tempat yang sama Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP., menegaskan kalau sukses menekan angka kemiskinan sebesar 1,39 persen tersebut bukanlah kerja satu pihak saja. Tetapi itu hasil kerja bersama semua elemen di daerah ini. Baik pemerintah, elemen masyarakat, termasuk kalangan wartawan semua punya peran dalam menekan angka kemiskinan.
āIni hasil kerja bersama kita semua. Bukan hanya pemerintah daerah saja, tapi semua kita,ā ujarnya seraya berharap dengan kerja sama semua pihak ke depannya angka kemiskinan di Loteng bisa terus ditekan. Sehingga jumlah penduduk miskin di daerah ini terus berkurang.
Kenapa kerja sama dan dukungan semua pihak penting, sebutnya karena mengentaskan angka kemiskinan bukanlah perkara mudah. Terlebih Loteng dengan jumlah penduduknya yang besar diatas 1 juta jiwa, tentu butuh kerja ekstra untuk bias mengentaskan angka kemiskinan.
āKita masih punya tugas untuk mengentaskan sebanyak 109 ribu penduduk miskin lagi. Ini butuh kerja bersama pemerintah dan semua elemen masyarakat di daerah ini,ā tandas Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini. (kir)



