Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan arah pembangunan ke depan akan bertumpu pada tiga pilar besar, yaitu kemajuan ekonomi, ketahanan sosial politik, dan penguatan budaya.
Wali Kota Bima, H. A. Rahman, menyebutkan tiga aspek ini menjadi dasar utama agar Bima tumbuh tidak hanya sebagai kota yang berkembang secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara sosial dan berkarakter budaya.
Menurutnya, Kota Bima memiliki potensi besar dari berbagai sektor, mulai dari perdagangan, jasa, perikanan, pertanian hingga pariwisata. Potensi tersebut perlu diolah dengan strategi tepat agar membawa manfaat luas.
“Pemerintah berupaya menciptakan iklim investasi yang sehat, mendukung tumbuhnya UMKM serta memastikan agar pembangunan ekonomi tidak hanya dirasakan segelintir orang tetapi seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya, Jumat, 19 September 2025.
Selain dorongan di bidang ekonomi, Rahman juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan sosial dan politik. Ia menilai, tanpa solidaritas dan komunikasi yang adil antara pemerintah dan masyarakat, pembangunan bisa terhambat.
“Kita butuh dukungan seluruh pihak, untuk menjaga Bima tetap aman, damai dan kondusif,” ujarnya.
Pilar ketiga, lanjutnya, adalah pembangunan budaya. Menurut Rahman, budaya Bima tidak sekadar dipahami sebagai tarian, musik, atau pakaian tradisional, tetapi juga mengandung nilai-nilai yang membentuk karakter masyarakat.
Ia mencontohkan, nilai keberanian, kejujuran, kerja keras, dan kebersamaan merupakan warisan budaya yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, pembangunan yang hanya mengejar aspek ekonomi tanpa mengakar pada budaya akan kehilangan ruh dan arah.
Aji Man, sapaan akrabnya, mengajak seluruh masyarakat memperkuat komitmen bersama membangun Bima. “Mari kita bangun Bima dengan kerja keras, kita jaga dengan persaudaraan dan kita majukan dengan cinta,” tutupnya.
Dengan menekankan tiga pilar tersebut, Pemkot Bima ingin memastikan pembangunan ke depan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga memberi ruang bagi persaudaraan sosial serta menjaga identitas budaya lokal yang menjadi kekuatan Bima. (hir)


