Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Pertanian Lombok Barat (Lobar) melakukan mitigasi terhadap daerah-daerah yang rawan gagal panen seperti di Sekotong, Lembar, Kuripan dan Gerung, melalui berbagai program. Alhasil, yang tadinya dikhawatirkan 700 hektare terdampak akibat kekeringan atau puso dan banjir bisa diantisipasi sehingga petani tidak mengalami kegagalan panen.
Kepala Dinas Pertanian Lobar, Hj. Damayanti Widyaningrum yang dikonfirmasi Minggu, 21 September 2025 menerangkan, luas baku lahan sawah di Lobar mencapai 14.520 hektare. Luas tanam mencapai 32 ribu hektare. Sebelumnya luas tanam mencapai 31 ribu hektare, terdapat penambahan dampak dari program yang telah dilakukan Pemkab.
Sedangkan luas lahan untuk perkebunan, masing-masing Kelapa seluas 12.431 hektare, Kopi 715 hektare, Kakao atau cokelat 482 hektare, dan tembakau 486 hektare. Namun demikian pihaknya akan melakukan pemetaan lagi, untuk mengecek kondisi terkini.
“Dari luas lahan ini, yang mengalami hasil panen sebelumnya (tahun lalu) mencapai 700 Hektar. Itu pun jika terdampak kekeringan, tapi sekarang sudah ditangani jadi tidak ada yang gagal panen,” terang Damayanti.
Ia menyebut, total target panen gabah (padi) tahun ini mencapai 170 ribu ton. Dari target itu sudah bisa dicapai 65 persen hingga bulan ini. “Sudah mencapai 65 persen tercapai dari target, hasil panen terahir. Dan tidak ada yang gagal panen, mudah-mudahan tidak ada, sekarang masih aman,” katanya.
Ia menjelaskan, dampak bencana awal tahun ini seperti banjir dan kekeringan bisa diantisipasi. Pihaknya belum mendapatkan laporan soal tanaman pertanian maupun perkebunan yang gagal panen. Beberapa daerah yang rawan gagal panen, notabene di daerah kekeringan dan bencana lainnya seperti di Kuripan, Gerung, dan Sekotong.
Langkah untuk mengantisipasi gagal panen telah dilakukan pihaknya, melalui berbagai program. Di daerah-daerah tersebut sudah diberikan program optimalisasi lahan, irigasi perompaan, sumur bor dan sumur dalam. Dengan begitu, ketika terjadi kekeringan bisa ditanggulangi dengan persediaan air tersebut. Bahkan daerah ini yang tadinya, tanam sekali bisa menjadi dua kali tanam.
Sedangkan daerah yang rawan banjir sudah dilakukan upaya perbaikan infrastruktur jaringan irigasinya, baik skunder maupun tersier. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas PU, BWS untuk penanganan saluran irigasi.
Selain itu, pihaknya berupaya meningkatkan produksi pertanian maupun perkebunan. Upayanya melalui ekstensifikasi atau perluasan areal tanam. Pihaknya melakukan perluasan areal tanam melalui program Optimalisasi lahan dari Pemerintah Pusat. Perluasan areal tanam mencapai 350 hektar tersebar di tiga desa yakni Banyu Urip Kecamatan Gerung, Kuripan Timur kecamatan Kuripan dan Pelangan kecamatan Sekotong. Pihaknya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) yang tadinya satu kali tanam menjadi dua kali.
Program lain untuk perluasan areal tanam, pihaknya melakukan upaya melalui irigasi perompaan, program Kstaria atau tanaman tumpang sari. Tanaman pangan di tegakan perkebunan pohon kelapa. Pihaknya menggalakkan penanaman pagi Gogo di tegakkan pohon kelapa dan lahan kering. “Itu dah upaya kami untuk ekstensifikasi,,”imbuhnya.
Sedangkan untuk intensifikasi, pihaknya memberikan bantuan pupuk lengkap, jika sebelumnya satu kali pupuk sekarang sudah diberikan pupuk sampai dengan 2-3 kali. Pihaknya juga memberikan bantuan benih bersertifikat, termasuk paket pengendalian organisme pengganggu tanaman. “Kami juga kasih pembelajaran, pelatihan-pelatihan,” sambungnya. (her)


