spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBUBG Gandeng DPA Kota Mataram Sosialisasi Cegah Kekerasan Seksual

UBG Gandeng DPA Kota Mataram Sosialisasi Cegah Kekerasan Seksual

Mataram (Suara NTB) – Penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bumigora (UBG) berlangsung meriah, Sabtu (20/9/2025). Pada momen hari terakhir pengenalan kampus itu, UBG menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram untuk menyosialisasikan dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3A Kota Mataram, Yunia Arini pada Sabtu, 20 September 2025 mengatakan, dinas meminta kepada semua orang, terutama mahasiswa baru UBG untuk memperkuat diri untuk mencegah kekerasan seksual terjadi.

“Karena ada kecendrungan saya melihat anak-anak sekarang itu gampang kenal dengan orang. Itu yang saya sebut kenapa kemudian penggunaan HP itu mereka harus sangat bijaksana,” katanya.

Yunia mengimbau kepada seluruh mahasiswa agar tidak mudah membagikan foto, video, atau dokumen pribadi kepada orang lain. Pasalnya, foto atau video tersebut bisa menjadi modus pelaku kejahatan untuk mengancam korban.

“Dalam beberapa kasus itu yang kemudian di-share teman-temannya ketika sudah tidak temanan. Biasanya anak-anak begitu,” jelasnya.

Dalam lingkungan kampus, Yunia menekankan pentingnya peran Satgas Pencegahan Kekerasan Seksual. Ia juga berharap, Satgas tidak hanya bertindak ketika sudah terjadi, tapi juga perbanyak langkah antisipastif.

“Harapannya tentu seperti yang disampaikan Pak Rektor tadi, ketika merasa sudah mendapatkan pelecehan cepat lapor,”  ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya laporan yang cepat, pihak Satgas dapat segera bertindak dan mengurangi eskalasi kejadian serupa terjadi. “Ketika kita lebih cepat memutus mata rantai itu akan lebih cepat kita tangani. Kalau kita biarkan terus si korbannya stress biasanya, karena tidak tahu harus bicara ke mana,” terang Yunia.

Edukasi dan sosialisasi mesti terus dilakukan oleh pihak terkait seperti dinas dan satgas untuk mencegah kasus serupa terjadi lagi. DP3A Kota Mataram sendiri konsisten membangun kerja sama dengan lembaga pendidikan seperti kampus untuk menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi semua orang.

“Kami mengharapkan mahasiswa baru ini bisa juga membawa dampak dalam kasus pencegahan kekerasan seksual. Karena ini tanggung jawab bersama. Tidak bisa kita jalan sendiri,” pungkasnya.

Sementara itu, UBG sebagai lembaga pendidikan tinggi di Mataram berkomitmen menjadi wadah belajar yang aman dan nyaman bagi semua mahasiswanya.

Rektor UBG, Prof. Dr. Ir. Anthony Anggrawan, M.T., Ph.D., Sabtu, 20 September 2025 mengatakan, UBG telah membentuk Satgas Pencegahan dan Perlindungan Kekerasan dalam Perguruan Tinggi (PPKPT) sebagai bentuk keseriusan kampus dalam membangun lingkungan kampus yang positif.

Satgas yang dibentuk oleh UBG itu dipimpin oleh advokat dan pakar-pakar terkait. Dengan demikian, segala proses hukum untuk menindaktegas pelaku kekerasan seskual dapat berjalan sebagaimana mestinya.  “Jadi kami sangat memperhatikan hal ini tentang perlindungan dan pencegahan pada kekerasan wanita dan laki-laki,” katanya.

Anthony menegaskan bahwa segala bentuk tindakan berbentuk kekerasan fisik atau intimidasi kepada warga kampus akan ditindaklanjuti oleh Satgas nantinya. “Dengan tegas kami akan skorsing atau memberhentikan para dosen atau staf ataupun mahasiswa yang melakukan hal-hal demikian,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO