spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWADiduga Arus Pendek Listrik, Panti Asuhan di Lopok Terbakar

Diduga Arus Pendek Listrik, Panti Asuhan di Lopok Terbakar

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Satu unit rumah yang diperuntukkan sebagai panti asuhan di Dusun Kembang Kuning, Desa Lopok, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa terbakar hebat, Senin, 22 September 2025 sekitar pukul 8.50 Wita. Kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.

“Ada enam kamar tidur anak panti asuhan yang terbakar dan tidak ada satu barang pun yang bisa diselamatkan karena api cepat membesar,” Kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan (Damkarmat) H. Sahabuddin, kepada wartawan, Senin, 22 September 2025.

Kebakaran tersebut sempat menggemparkan warga setempat bahkan saat kejadian pemilik rumah Burhanuddin ada di lokasi tetapi tidak bisa berbuat banyak. Api dengan cepat membesar karena rumah tersebut memiki sekat dari kayu ditambah kondisi cuaca panas yang melanda wilayah setempat.

“Kami sangat bersyukur tidak ada korban jiwa saat peristiwa tersebut melainkan hanya kerugian material yang mencapai Rp200 juta. Api baru bisa kita padamkan sekitar pukul 09.17 Wita,” ujarnya.

Proses pemadaman juga berlangsung dramatis karena petugas membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai lokasi. Selain itu tidak adanya sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk proses pemadaman juga menjadi kendala di lapangan termasuk akses masuk ke panti asuhan yang sempit.

“Di proses pemadaman kita turunkan satu unit mobil pemadam dari Mako dan satu unit fire jeff, sehingga api tidak merembet ke rumah lainnya,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, material yang terbakar meliputi seluruh isi panti usuhan beserta isinya. Sementara penyebab terjadinya kebakaran masih dilakukan investigasi lebih lanjut pihak kepolisian meski indikasi awal akibat arus pendek listrik.

“Saat kita investigasi di lapangan kita temukan cok televisi yang masih menempel, sehingga dugaan kuat kami api berasal dari cok tersebut sehingga menimbulkan percikan api,” jelasnya.

Dia pun menjelaskan, hasil investigasi terhadap 60 kasus kebakaran yang terjadi di Sumbawa rata-rata karena faktor kelalaian pemilik rumah. Bahkan di salah satu rumah, pihaknya menemukan adanya sisa material listrik yang menjadi penyebab kebakaran.

“Rata-rata kebakaran terjadi karena pemilik rumah yang lalai, apalagi Sumbawa saat ini masuk dalam dasarian pertama musim kemarau,” sebutnya.

Selain itu, peremajaan instalasi kelistrikan juga harus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan mengurangi risiko terjadinya kebakaran yang lebih fatal. Karena jika dibiarkan dikhawatirkan akan menjadi pemicu terjadinya kebakaran.

“Kita harus waspada kemungkinan yang akan terjadi dengan tetap melakukan pengecekan secara intensif terhadap instalasi kelistrikan yang kita miliki,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO